Sorong Today – Yayasan Papua Lestari (YAPARI) menggelar kegiatan Press Conference Local Media – For Ensuring Implementation Social Contractings guna memperkuat implementasi kontrak sosial dalam penanggulangan HIV/AIDS dan Tuberkulosis (TB) di Kota Sorong, Rabu (13/5/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Pertemuan Dinas Kesehatan Kota Sorong ini dihadiri sekitar 20 peserta dari berbagai unsur pemerintah, organisasi masyarakat sipil (OMS), serta media lokal.

Koordinator SSR YAPARI, Hilat Achmad, mengatakan kegiatan ini bertujuan membangun komitmen bersama seluruh pihak terkait agar pelaksanaan program kontrak sosial melalui mekanisme Swakelola Tipe III dan hibah dapat berjalan maksimal.
Program kontrak sosial sendiri mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah serta Peraturan LKPP Nomor 3 Tahun 2021 tentang Pedoman Swakelola.
Dalam aturan tersebut, kerja sama pemerintah dengan organisasi masyarakat sipil diatur melalui mekanisme Swakelola Tipe III.
Melalui skema ini, organisasi masyarakat memiliki peluang lebih luas untuk terlibat langsung dalam program pembangunan, khususnya di bidang kesehatan masyarakat seperti penanggulangan HIV/AIDS.
YAPARI sebagai Sub Recipient (SSR) di bawah naungan Yayasan Kerti Praja melalui Indonesia AIDS Coalition menilai kolaborasi pemerintah dan OMS menjadi langkah penting untuk memperkuat layanan kesehatan dan edukasi kepada masyarakat.
Selain memperkuat koordinasi antar pemangku kepentingan, kegiatan ini juga menjadi wadah promosi isu kesehatan, khususnya HIV/AIDS, sekaligus mendorong pemahaman para pelaku pengadaan terkait mekanisme swakelola tipe III agar tidak mengalami hambatan dalam implementasinya.
Dengan adanya sinergi antara pemerintah, organisasi masyarakat, dan media, diharapkan program penanggulangan HIV/AIDS dan TB di Kota Sorong dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.



Tidak ada komentar