Sorong Today, Sorong – Tani Maju Farm menjadi salah satu peternakan sapi di Kabupaten Sorong yang rutin menyuplai kebutuhan hewan kurban di wilayah Papua Barat Daya menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.
Tahun ini, peternakan tersebut juga menyiapkan tiga ekor sapi calon bantuan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, untuk wilayah Papua Barat Daya.
Pemilik Tani Maju Farm, Sri Widodo, mengatakan pihaknya diminta menyiapkan tiga ekor sapi dari total tujuh ekor calon sapi bantuan presiden yang akan disalurkan di Papua Barat Daya.
“Kami diminta menyiapkan tiga ekor sapi untuk calon sapi Presiden. Saat ini masih dalam tahap seleksi dan pengecekan dari Dinas Peternakan Kabupaten Sorong,” ujar Sri Widodo di Kabupaten Sorong, Kamis (14/5/2026).
Menurut Sri Widodo, sapi yang dipersiapkan terdiri dari jenis sapi Bali dan sapi silangan Simmental yang memiliki bobot besar dan kualitas unggul.
Ia menjelaskan, salah satu sapi terbesar yang dimiliki peternakannya memiliki berat mencapai sekitar 900 kilogram dan merupakan jenis sapi Simmental.
“Kalau yang paling berat sekitar 900 kilogram. Itu jenis Simmental,” katanya.
Selain calon sapi presiden, Tani Maju Farm juga mulai menerima banyak pesanan sapi kurban dari berbagai masjid dan masyarakat di wilayah Sorong Raya.
Hingga pertengahan Mei 2026, tercatat sekitar 20 ekor sapi telah dipesan dan diberikan tanda jadi oleh pembeli.
“Kebanyakan pembeli berasal dari masjid-masjid untuk kebutuhan kurban Idul Adha,” jelasnya.
Sri Widodo mengaku permintaan sapi kurban tahun ini mengalami sedikit penurunan dibanding tahun sebelumnya.
Ia menilai kondisi ekonomi masyarakat turut memengaruhi daya beli menjelang Idul Adha.
“Kalau tahun ini agak menurun, mungkin karena kondisi ekonomi yang lagi lesu,” ungkapnya.
Untuk harga, sapi Bali ukuran menengah dijual mulai Rp15 juta hingga Rp20 juta, sementara sapi ukuran besar berkisar Rp22 juta hingga Rp30 juta, tergantung berat dan jenis sapi.
Ia menambahkan, seluruh sapi yang dipasarkan di Tani Maju Farm berasal dari peternak lokal yang kemudian digemukkan kembali di kandang sebelum dijual ke masyarakat.
“Kami ambil dari petani lokal, kemudian digemukkan lagi di kandang sampai siap jual,” ujarnya.
Menjelang Idul Adha, peternakan tersebut terus melakukan perawatan intensif terhadap sapi-sapi yang dipersiapkan, termasuk calon sapi presiden yang nantinya akan melewati proses seleksi akhir dari pemerintah daerah dan dinas terkait. (*)
Tidak ada komentar