Sorong Today, Sorong – Tim Penggerak PKK Provinsi Papua Barat Daya menggelar lomba Cipta Menu Beragam, Bergizi Seimbang, dan Aman (B2SA) berbasis potensi pangan lokal di Lapangan Kantor Gubernur Papua Barat Daya, Selasa (12/5/2026).
Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 Tahun 2026 dengan melibatkan pengurus TP PKK kabupaten dan kota se-Papua Barat Daya.
Lomba secara resmi dibuka Ketua Bidang III TP PKK Papua Barat Daya, Sarlota Malagam.
Dalam kegiatan itu, para peserta menampilkan berbagai kreasi menu sehat berbahan pangan lokal khas Papua Barat Daya.
Sarlota Malagam mengatakan, lomba B2SA bukan sekadar agenda seremonial tahunan, tetapi menjadi sarana edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya pola konsumsi sehat dalam keluarga.
“Melalui kegiatan ini kami ingin mengajak masyarakat agar lebih peduli terhadap pola makan yang baik, sehat, dan bergizi seimbang,” ujarnya.
Menurutnya, konsep B2SA menjadi salah satu langkah membangun kesadaran masyarakat untuk mengonsumsi makanan yang tidak hanya mengenyangkan, tetapi juga memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh secara lengkap.
Ia menjelaskan, prinsip B2SA menekankan pentingnya keberagaman bahan pangan, kandungan gizi yang cukup, serta keamanan dalam proses pengolahan makanan.
“Menu makanan harus terdiri dari berbagai jenis bahan pangan dengan kandungan gizi lengkap sesuai kebutuhan tubuh dan diolah secara higienis,” katanya.
Sarlota juga menyoroti pentingnya keamanan pangan, mulai dari pemilihan bahan baku, kebersihan peralatan masak, hingga proses penyajian makanan agar aman dikonsumsi dan tidak menimbulkan gangguan kesehatan.
Menurutnya, di tengah maraknya makanan instan dan pola konsumsi cepat saji, peran ibu rumah tangga sangat penting dalam menjaga kualitas makanan keluarga.
“Melalui lomba ini kami berharap lahir ide-ide kreatif dan resep baru berbahan pangan lokal yang sehat, menarik, dan bernilai gizi tinggi,” ucapnya.
Selain menjadi ajang kreativitas, lomba tersebut juga menjadi wadah berbagi pengalaman dan pengetahuan antar pengurus PKK untuk diterapkan di lingkungan masing-masing.
Seluruh peserta diwajibkan menyajikan menu berbasis pangan lokal yang mudah ditemukan di masyarakat Papua Barat Daya.
“Kali ini menu yang disajikan merupakan pangan lokal yang sebenarnya tersedia di rumah tangga kita masing-masing,” jelasnya.
Meski terdapat penilaian dan penetapan juara, Sarlota menegaskan tujuan utama kegiatan adalah meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya konsumsi pangan sehat berbasis sumber daya lokal.
“Hasil penilaian dan gelar juara hanyalah bentuk apresiasi. Yang paling utama adalah bagaimana masyarakat semakin sadar pentingnya pangan sehat,” imbuhnya.
Adapun dewan juri dalam lomba tersebut terdiri dari Agustina Homer dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Papua Barat Daya, Fitri Irjasari dari Dinkes P2KB Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi, serta Chef Axel dari salah satu hotel di Kota Sorong. (*)
Tidak ada komentar