Sorong Today, Sorong – Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu melakukan peninjauan langsung ke lokasi pembangunan Rumah Sakit (RS) Siloam Sorong yang beralamat di Jalan Ahmad Yani, Kota Sorong, Rabu (4/2/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Gubernur Papua Barat Daya didampingi Pj Sekda PBD Yakob Kareth, Plt Kepala Dinas Kesehatan Papua Barat Daya Yan Piet Kambu, serta Presiden Direktur Siloam Hospitals Group David Utama bersama jajaran manajemen Siloam Hospitals Group dan pihak terkait lainnya.
Gubernur PBD Elisa Kambu menegaskan bahwa pembangunan RS Siloam Sorong harus dilaksanakan secara konkret, terukur, dan sesuai dengan ketentuan teknis serta regulasi yang berlaku. Ia menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor agar seluruh tahapan pembangunan dapat berjalan dengan baik, khususnya pada fase awal.
“Kita harus berangkat dari hal-hal yang konkret. Proses teknis ini tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Semua harus mengikuti aturan dan mekanisme yang ada,” ujar Gubernur PBD Elisa Kambu.
Menurut Elisa, kehadiran RS Siloam Sorong sangat penting untuk meningkatkan kualitas dan akses pelayanan kesehatan di Papua Barat Daya. Selama ini, banyak masyarakat harus dirujuk ke luar daerah seperti Makassar, Surabaya, Jakarta, hingga Yogyakarta untuk mendapatkan layanan medis lanjutan.
“Kalau rumah sakit ini sudah berdiri dan beroperasi sesuai standar, maka biaya berobat bisa ditekan. Banyak tindakan medis bisa diselesaikan di Sorong tanpa harus ke luar daerah,” jelasnya.
Dirinya menyebutkan bahwa RS Siloam Sorong akan menjadi rumah sakit besar pertama di wilayah Kepala Burung Tanah Papua yang mengusung standar layanan modern dan terintegrasi.
Gubernur menilai keputusan Siloam Hospitals Group untuk berinvestasi di Kota Sorong sebagai langkah strategis, mengingat Sorong kini berkembang sebagai pintu masuk utama dan pusat pertumbuhan ekonomi Papua Barat Daya.
“Saya berharap kehadiran kita hari ini menjadi awal yang baik untuk menyiapkan pelayanan kesehatan terbaik bagi masyarakat Papua Barat Daya, bahkan untuk Indonesia, dimulai dari Kepala Burung Pulau Papua,” ucapnya.
Sementara itu, Presiden Direktur Siloam Hospitals Group, David Utama menuturkan komitmen pihaknya untuk menghadirkan layanan kesehatan berstandar internasional di Kota Sorong.
Ia menjelaskan bahwa fokus utama saat ini adalah penyelesaian seluruh aspek perizinan dan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku.
“Nomor satu yang harus diselesaikan adalah seluruh perizinan. Semua undang-undang dan persyaratan harus kita penuhi dengan baik agar pembangunan dapat berjalan sesuai standar,” jelas Presiden Direktur Siloam Hospitals Group, David Utama.
Terkait rencana pemanfaatan bangunan rumah sakit yang telah ada di lokasi tersebut, David menyampaikan bahwa pihaknya masih akan melakukan studi kelayakan teknis, terutama dari sisi keselamatan struktur bangunan.
“Kami belum bisa memastikan apakah konstruksi yang ada masih layak digunakan. Keselamatan adalah prioritas utama. Tim teknis kami akan melakukan kajian langsung di lapangan,” terangnya.
Ia menambahkan, apabila hasil kajian menunjukkan perlunya penguatan struktur atau perombakan bangunan, maka langkah tersebut akan dilakukan demi memastikan keamanan pasien serta mutu layanan kesehatan sesuai standar Siloam Hospitals Group.
Pembangunan RS Siloam Sorong diharapkan dapat menjadi pusat rujukan kesehatan regional di Papua Barat Daya serta meningkatkan pemerataan akses layanan medis berkualitas bagi masyarakat setempat. (*)
Tidak ada komentar