Sorong Today – Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya (Pemprov PBD) resmi menggelar Job Fair PBD 2025 bertempat di Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Sorong, Kota Sorong, Selasa (16/9/2025).
Acara ini dibuka langsung oleh Gubernur PBD Elisa Kambu, didampingi Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan ESDM PBD Suroso.
Dalam sambutannya, Gubernur Elisa Kambu menegaskan bahwa pelaksanaan job fair ini merupakan langkah nyata pemerintah daerah untuk mengatasi persoalan ketenagakerjaan, terutama di tengah situasi ekonomi nasional dan daerah yang belum sepenuhnya stabil.
“Job Fair ini bukan sekadar acara seremonial, namun ikhtiar nyata. Ini adalah bentuk komitmen kami untuk membuka peluang kerja, terutama bagi anak-anak asli Papua yang ingin membangun masa depan dari keringat sendiri,” kata Gubernur PBD Elisa Kambu.
Ia menyampaikan apresiasi kepada para pencari kerja, khususnya generasi muda Papua Barat Daya, yang datang dengan antusias untuk memanfaatkan kesempatan ini.
“Saya bangga melihat semangat adik-adik semua. Kita harus bekerja keras, yang penting jangan mencuri. Ini adalah kesempatan yang Tuhan sediakan bagi kita,” ucapnya.
Gubernur Elisa menekankan bahwa pelaksanaan Job Fair PBD 2025 berada dalam bingkai semangat Otonomi Khusus (Otsus) yang memberikan keberpihakan terhadap Orang Asli Papua (OAP) sesuai amanat Undang-Undang Otsus.
“Ini bukan hanya janji politik, namun bukti keberpihakan nyata. Tentu saja tetap mempertimbangkan kompetensi dan syarat kerja yang berlaku,” jelasnya.
Sementara itu, Kadisnakertrans ESDM PBD Suroso menjelaskan bahwa Job Fair kali ini menyediakan 1.062 lowongan kerja dari 90 jenis pekerjaan, dengan prioritas khusus bagi OAP.
“Dari total 1.062 lowongan, 685 berasal dari sektor perkebunan sawit. Sisanya dari perbankan, keuangan, konstruksi, dan energi,” ungkap Kadisnakertrans ESDM PBD Suroso
Ia menambahkan bahwa pelaksanaan job fair ini tidak hanya menjadi ajang pameran kerja, namun juga menjadi ajang rekrutmen langsung, dengan beberapa perusahaan melakukan proses wawancara di tempat dan siap menandatangani kontrak kerja sebelum penutupan acara pada hari kedua.
“Kami sudah komunikasi dengan perusahaan. Kalau ada kandidat yang cocok, mereka akan langsung diwawancarai, bahkan bisa langsung dikontrak. Ini bukan acara simbolik,” tegasnya.
Meski tidak ada sistem kuota antara OAP dan non-OAP, Suroso memastikan bahwa keberpihakan tetap diberikan kepada OAP yang memenuhi kualifikasi.
“Kalau ada OAP yang punya skill sebagai operator alat berat atau pekerjaan teknis lainnya, maka mereka yang harus direkrut lebih dulu,” paparnya.
Melihat antusiasme yang tinggi, Suroso menyampaikan pihaknya membuka kemungkinan bahwa kegiatan serupa akan digelar kembali di masa mendatang.
“Dengan minat dan antusias yang luar biasa, ke depan akan dilaksanakan kegiatan serupa seiring adanya perusahaan yang menyatakan minat membuka lowongan baru,” pungkasnya.
Job Fair PBD 2025 menjadi angin segar bagi ribuan pencari kerja di Papua Barat Daya, khususnya OAP yang selama ini menghadapi tantangan dalam mengakses peluang kerja yang layak.
Pemerintah berharap kegiatan ini bisa menjadi titik balik pemberdayaan tenaga kerja lokal, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah berbasis sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing. (Azharu Rahmat/Sorongtoday.com)
Tidak ada komentar