Sorong Today – Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu memimpin langsung aksi Penanaman Padi Bersama yang berlangsung di Distrik Mariat, Kabupaten Sorong, Senin (29/9/2025).
Kegiatan ini merupakan bagian dari inisiatif Yonif TP 806/SI, yang bekerja sama dengan Forkopimda Papua Barat Daya serta masyarakat lokal, dalam rangka memperkuat ketahanan pangan di wilayah tersebut.
Aksi penanaman padi ini bukan sekadar seremoni, melainkan langkah konkret untuk mendukung kemandirian pangan daerah.
Gubernur PBD Elisa Kambu dalam sambutannya menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor antara pemerintah daerah, TNI/Polri, dan masyarakat dalam membangun fondasi ketahanan pangan yang berkelanjutan.
“Penanaman padi hari ini bukan sekadar simbolis, tetapi menjadi langkah nyata kita bersama untuk memastikan Papua Barat Daya mampu berdiri kokoh dalam ketahanan pangan. Saya percaya, dengan kerja sama semua pihak, kita bisa menjadikan daerah ini lebih mandiri dan sejahtera,” ujar Gubernur PBD Elisa Kambu.
Lebih lanjut, ia menyoroti peran strategis sektor pertanian sebagai salah satu pilar utama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta memperkuat pembangunan daerah.
Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya, menurutnya, siap memberikan dukungan penuh terhadap seluruh program yang melibatkan petani lokal.
“Kita ingin masyarakat melihat bahwa pangan adalah kekuatan bangsa. Apa yang kita tanam hari ini adalah warisan untuk anak cucu kita nanti,” terangya.
Kegiatan ini disambut dengan antusiasme tinggi dari warga setempat, khususnya para petani. Banyak di antara mereka yang mengaku merasa lebih termotivasi untuk mengembangkan sektor pertanian berkat dukungan nyata dari pemerintah dan TNI.
Dengan semangat gotong royong dan kebersamaan, aksi ini diharapkan menjadi tonggak awal bagi Papua Barat Daya dalam meningkatkan produktivitas pertanian, khususnya komoditas padi, yang menjadi bagian dari upaya memperkuat kedaulatan pangan nasional.
Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Elisa Kambu menegaskan bahwa Pemprov Papua Barat Daya akan terus mendorong program-program berbasis pertanian, termasuk memberikan akses terhadap bibit unggul, pelatihan teknik bertani modern, dan fasilitas pendukung lainnya.
Kegiatan penanaman padi ini turut menjadi simbol bahwa Papua Barat Daya tidak hanya bergantung pada distribusi pangan dari luar, tetapi mulai mengembangkan kapasitas lokal untuk mencukupi kebutuhan sendiri dan bahkan berkontribusi bagi daerah lain di Indonesia. (*)
Tidak ada komentar