Sorong Today – General Manager PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 Sorong, Sonny Uktolseya, menyampaikan komitmen perusahaan dalam meningkatkan kualitas operasional peti kemas di Pelabuhan Sorong demi menjaga kelancaran logistik dan kepercayaan pelanggan.
Sonny menjelaskan bahwa aktivitas bongkar muat di pelabuhan didukung berbagai peralatan modern, seperti Empty Container Handler dan fasilitas lainnya.
Untuk mengoptimalkan proses tersebut, pihaknya telah membagi area operasional menjadi dua lapangan utama.
“Lapangan pertama digunakan khusus untuk bongkar muat, sementara lapangan kedua merupakan area reklamasi yang difungsikan sebagai tempat konsolidasi. Pemisahan ini dilakukan agar tidak mengganggu kelancaran proses utama,” jelasnya.
Saat ini, Pelindo Sorong memiliki area penumpukan peti kemas seluas 5,3 hektare. Di wilayah Papua, kapasitas tersebut menempatkan Sorong di urutan keempat.
Dengan daya tampung mencapai sekitar 60 ribu peti kemas, kondisi pelabuhan dinilai masih cukup longgar dan belum mengalami kepadatan signifikan.
“Arus peti kemas yang masuk masih dalam batas aman, sehingga tidak berdampak pada kemacetan lalu lintas, baik di kawasan pelabuhan maupun di dalam kota dan kabupaten,” tambah Sonny.
Meski demikian, pihak pelabuhan tetap mengantisipasi berbagai potensi gangguan operasional, seperti cuaca buruk, pemadaman listrik, hingga gangguan jaringan internet yang dapat memengaruhi kelancaran layanan.
Dalam upaya meningkatkan efisiensi, Pelindo juga fokus pada percepatan pelayanan kapal, terutama dalam mengatur durasi sandar. Rata-rata, aktivitas peti kemas di Pelabuhan Sorong mencapai 8 hingga 10 call kapal setiap bulan.
“Kendala yang biasa dihadapi antara lain kerusakan alat dan faktor cuaca. Namun, kami selalu mengutamakan penanganan muatan yang bersifat mendesak, seperti distribusi tabung gas untuk kebutuhan rumah sakit,” tegasnya.
Dengan berbagai langkah strategis tersebut, Pelindo Sorong berharap dapat terus meningkatkan kualitas layanan serta memperkuat kepercayaan pelanggan terhadap sistem logistik di kawasan timur Indonesia.(Nhy)
Tidak ada komentar