Sorong Today – Musyawarah Wilayah (Muswil) I Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Provinsi Papua Barat Daya secara resmi menetapkan Irman Amri sebagai Ketua Pengurus Wilayah PII Papua Barat Daya periode 2025–2028.
Kegiatan Muswil yang digelar pada Sabtu (27/9/2025) bertempat Asrama Haji Kota Sorong ini diikuti oleh pengurus wilayah dan cabang se-Papua Barat Daya dengan total sembilan suara sah.
Dalam proses pemilihan yang berlangsung demokratis, Irman Amri memperoleh dukungan terbanyak dengan enam suara, mengungguli kandidat lainnya.
Ketua Sidang Muswil menjelaskan bahwa pemilihan dilakukan sesuai tata tertib yang telah disetujui forum, dimulai dari penjaringan bakal calon, penyampaian kesediaan kandidat, hingga pemungutan suara.
“Hasilnya mayoritas peserta memberikan kepercayaan kepada Ir. H. Irman Amri sebagai ketua terpilih,” ungkap Ketua Sidang yang juga mantan Ketua PII Papua Barat Daya.
Ia mengapresiasi suasana musyawarah yang berlangsung kondusif, demokratis, dan penuh semangat kebersamaan. Dirinya berharap kepengurusan yang baru dapat menjadi motor penggerak dalam menjalin kolaborasi aktif dengan pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat.
“Papua Barat Daya ini provinsi baru. Jangan sampai tertinggal dari daerah lain. Insinyur punya peran vital sebagai pelaksana pembangunan, tulang punggung percepatan kemajuan di daerah ini,” tegasnya.
Dalam pidato usai terpilih, Irman Amri menyampaikan rasa syukur dan berkomitmen untuk memperkuat peran insinyur dalam pembangunan Papua Barat Daya.
“Saya berterima kasih atas amanah ini. Sesungguhnya proses ini hanyalah kontestasi, karena bagi saya semua kandidat adalah orang hebat dan memiliki kontribusi besar di PII. Saya hanya melanjutkan semangat yang sudah dibangun,” ucapnya.
Irman menegaskan tiga fokus utama selama masa kepemimpinannya yakni Peningkatan jumlah insinyur dan sertifikasi profesi resmi agar lebih banyak SDM lokal terserap dalam proyek-proyek pembangunan.
Kedua, Prioritas kepada insinyur Papua Barat Daya dalam pelaksanaan proyek daerah untuk pemberdayaan potensi lokal serta ketiga yakni Penguatan semangat kebahagiaan dan profesionalisme di dalam tubuh organisasi, menjadikan PII bukan sekadar wadah profesi, tetapi juga rumah yang memberikan energi positif bagi anggotanya.
“Target kita adalah agar pembangunan Papua Barat Daya benar-benar dikerjakan oleh insinyur kita sendiri, bukan selalu bergantung dari luar. Kita punya banyak potensi, hanya perlu diberi ruang dan kesempatan,” tegas Irman.
Tak hanya itu, Irman berjanji untuk mengakomodasi gagasan dari para kandidat lain yang bersaing dengannya, seperti penekanan pada nilai-nilai profesionalisme oleh Dr. Didi dan semangat “profesional yang bahagia” dari Dr. Eko.
“Kalau nanti pengurus mulai stres dengan tanggung jawab, saya pastikan ada candaan dan energi positif dari teman-teman, supaya semua tetap bahagia dalam menjalankan amanah besar ini,” tutupnya dengan senyum.
Muswil I PII Papua Barat Daya bukan sekadar agenda organisasi, tetapi juga tonggak penting lahirnya kepengurusan baru yang diharapkan menjadi katalisator pembangunan di provinsi termuda di Indonesia.
Ke depan, PII Papua Barat Daya diharapkan tampil sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam berbagai bidang, mulai dari infrastruktur, energi, teknologi, lingkungan, hingga penguatan kualitas SDM lokal.
Dengan kepemimpinan baru di bawah Irman Amri, harapan besar ditumpukan kepada PII untuk memastikan pembangunan Papua Barat Daya benar-benar berpihak pada potensi lokal, serta menghadirkan organisasi profesi yang adaptif, profesional, dan humanis. (*)
Tidak ada komentar