Sorong Today – Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya memperkuat komitmen peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui penyaluran bantuan pendidikan bagi mahasiswa Orang Asli Papua (OAP).
Hal ini ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dan penyerahan bantuan biaya studi akhir Tahun Anggaran 2026 kepada sejumlah perguruan tinggi di Sorong Raya, pada 23 April 2026.
Salah satu penerima bantuan terbesar adalah Universitas Muhammadiyah Sorong (Unamin) yang memperoleh dana sebesar Rp1,03 miliar dari Dana Otonomi Khusus (Otsus).
Selain Unamin, bantuan juga disalurkan ke sejumlah perguruan tinggi lainnya, di antaranya Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong sebesar Rp1,28 miliar, Universitas Victory Sorong Rp580 juta, UKIP Sorong Rp140 juta, STIKES Sorong Rp832 juta, STIE Bukit Zaitun Sorong Rp110 juta, Universitas Saint Paul Sorong Rp250 juta, STAKN Mesias Sorong Rp140 juta, STT GKII Sorong Rp60 juta, Sekolah Tinggi Pastoral Sorong Rp110 juta, serta Universitas Nani Bili Nusantara Rp210 juta.
Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu, menegaskan bahwa bantuan tersebut harus tepat sasaran dan diprioritaskan bagi mahasiswa OAP dari keluarga kurang mampu.
“Dana ini untuk membantu anak-anak Papua Barat Daya menyelesaikan studi. Jadi harus benar-benar diberikan kepada yang membutuhkan, bukan kepada yang secara ekonomi sudah mampu,” tegasnya.
Program ini diharapkan mampu meningkatkan angka kelulusan mahasiswa, meringankan beban biaya pendidikan, serta mencetak generasi muda Papua yang unggul, mandiri, dan berdaya saing.
Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi, Pemprov Papua Barat Daya optimistis dapat memperluas akses pendidikan sekaligus mempercepat pembangunan daerah melalui penguatan kualitas SDM lokal. (Hsy)
Tidak ada komentar