Sorong Today – Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PW IPM) Papua Barat Daya bersama komunitas Kawula 17 kembali menggelar program edukatif “Kawula Go to School” yang berlangsung di Aula Pascasarjana Unimuda Sorong Kamis, 26 Maret 2026.
Kegiatan ini menjadi wadah bagi pelajar SMA untuk mengasah daya kritis sekaligus mencari solusi atas berbagai persoalan lingkungan di sekitar mereka.

Staf Kawula 17, Marfelius Budianto, menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari gerakan yayasan nirlaba yang berfokus pada pemberdayaan generasi muda.
Menurutnya, pelajar diajak untuk lebih peka terhadap kondisi lingkungan serta mampu merumuskan solusi praktis yang berdampak nyata.
“Kami ingin anak-anak muda, khususnya siswa SMA, bisa melihat permasalahan di sekitar mereka dan mulai berpikir kritis untuk mencari solusi yang aplikatif,” ujarnya.
Ia menambahkan, di Tanah Papua program ini dilaksanakan di dua kota, yakni Sorong dan Jayapura. Untuk Sorong sendiri, kegiatan ini telah memasuki pelaksanaan kedua dan mendapat sambutan yang semakin tinggi dari para pelajar.
“Antusias peserta tahun ini meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya, bahkan jumlah peserta membludak hingga memenuhi kapasitas ruangan,” ungkapnya.
Dalam kegiatan tersebut, para siswa diajak berdiskusi secara interaktif mengenai berbagai isu lingkungan yang mereka hadapi sehari-hari, sekaligus merancang ide-ide solusi yang dapat diterapkan di lingkungan masing-masing.

Ketua PW IPM Papua Barat Daya, Muhammad Haikal, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan agenda tahunan yang terus didukung oleh IPM sebagai mitra strategis dalam membangun kesadaran pelajar.
“Tahun ini diikuti sekitar 140 peserta didik dan ini merupakan pelaksanaan kedua di Sorong. IPM hadir sebagai mitra untuk bersama-sama menggali ide dan solusi atas berbagai persoalan, khususnya isu lingkungan,” jelasnya.
Haikal juga menyoroti pentingnya kepedulian terhadap lingkungan di Kota Sorong yang dinilai masih membutuhkan perhatian serius.
“Kami mengajak pelajar untuk menunjukkan kepedulian nyata terhadap lingkungan. Isu kebersihan di Sorong harus menjadi perhatian bersama, dan generasi muda punya peran penting dalam perubahan itu,” tegasnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir generasi muda yang tidak hanya kritis dalam berpikir, tetapi juga mampu berkontribusi langsung dalam menciptakan lingkungan yang lebih baik di Papua Barat Daya. (Has/Sorongtoday.com)
Tidak ada komentar