Sorong Today, Sorong – Panitia Pelaksana (Panpel) Liga 4 Piala Gubernur Papua Barat Daya musim 2025/2026 menyatakan kesiapan pihaknya menjelang kick off kompetisi yang dijadwalkan berlangsung pada 21 Maret 2026 di Stadion Bawela, Kota Sorong.
Ketua Panpel Liga 4 Piala Gubernur Papua Barat Daya, Amatus Turot mengatakan persiapan telah dilakukan sejak dua minggu terakhir setelah dirinya menerima penugasan dari Asosiasi Provinsi (ASPROV) PSSI Papua Barat Daya.
Menurutnya, panitia telah membentuk tim kerja serta membagi tugas sesuai bidang masing-masing untuk memastikan seluruh aspek pelaksanaan kompetisi berjalan dengan baik.
“Setelah mendapat penugasan dari ASPROV sekitar dua minggu lalu, kami langsung membentuk tim dan membagi kerja sesuai bidang. Kami juga melakukan konsultasi dan koordinasi sesuai rujukan dari PSSI dan ASPROV,” ujar Ketua Panpel Liga 4 Piala Gubernur Papua Barat Daya, Amatus Turot kepada awak media, Selasa (10/3/2026).
Dirinya menjelaskan, berdasarkan regulasi dari PSSI melalui ASPROV, terdapat 11 tim yang diisyaratkan mengikuti kompetisi Liga 4 Piala Gubernur Papua Barat Daya. Kendati demikian, jumlah tim yang benar-benar akan bertanding masih bergantung pada kesiapan masing-masing klub.
“Regulasi dari ASPROV menyebutkan ada 11 tim. Hari ini kami juga melakukan workshop bersama tim-tim tersebut. Berapa tim yang benar-benar bertanding nanti tergantung kesiapan mereka, tetapi yang pasti Liga 4 akan digelar pada 21 Maret,” jelasnya.
Amatus menuturkan penentuan jadwal tersebut juga mempertimbangkan agenda kompetisi sepak bola nasional agar tim yang nantinya lolos dapat memiliki waktu yang cukup untuk mempersiapkan diri.
“Kenapa tanggal 21? Karena diperkirakan pada tanggal 20-an ada agenda Liga 3 atau Piala Presiden. Jadi kami memberi ruang sekitar dua minggu bagi tim yang lolos untuk menyiapkan diri mewakili provinsi,” terangnya.
Ia menyebut bahwa pengalaman tahun sebelumnya menjadi pelajaran penting lantaran waktu persiapan bagi tim yang lolos ke tingkat berikutnya sangat terbatas.
“Belajar dari pengalaman tahun lalu, tim yang lolos hanya punya waktu sangat singkat bahkan hanya dua atau tiga hari sebelum berangkat. Tahun ini kami coba atur agar persiapannya lebih baik,” ucapnya.
Diakuinya, kompetisi ini rencananya akan digelar di Stadion Bawela dan akan dibuka secara resmi oleh Gubernur Papua Barat Daya. Turnamen diperkirakan berlangsung dari 21 Maret hingga 5 April 2026, namun jadwal final masih akan disesuaikan dengan jumlah tim yang memastikan diri ikut serta.
“Jadwal detailnya nanti akan ditentukan melalui technical meeting berdasarkan jumlah tim yang mendaftar,” imbuhnya.
Adapun 11 tim yang disebut akan ambil bagian berasal dari berbagai daerah di Papua Barat Daya, di antaranya dari Kabupaten Maybrat, Kabupaten Tambrauw, Kota Sorong, Sorong Selatan, Raja Ampat, serta beberapa klub lokal Kabupaten/Kota di Papua Barat Daya.
Amatus menegaskan bahwa panitia hanya bertugas sebagai penyelenggara kompetisi, sementara urusan regulasi dan keabsahan tim sepenuhnya berada di bawah kewenangan PSSI melalui ASPROV.
“Panitia hanya menyelenggarakan kompetisi. Soal regulasi tim dan keabsahannya adalah kewenangan PSSI melalui ASPROV,” tuturnya.
Dalam pelaksanaannya, panitia turut melibatkan berbagai pihak, termasuk instansi pemerintah daerah, Dinas Pemuda dan Olahraga, serta Dinas Komunikasi dan Informatika.
Sementara itu, kesiapan venue pertandingan telah dilakukan sejak dua minggu lalu dengan melakukan penutupan lapangan sementara untuk proses perbaikan dan penataan fasilitas.
“Lapangan sudah kami blok dua minggu lalu untuk dilakukan pembersihan dan persiapan teknis seperti rumput dan fasilitas lainnya. Saat ini kondisinya sudah siap digunakan,” ungkapnya.
Pada kesempatan itu, dirinya optimistis kompetisi Liga 4 ini dapat menjadi momentum kebangkitan sepak bola di wilayah Sorong Raya ataupun Papua Barat Daya. Ia menyebut daerah tersebut bukan wilayah baru dalam dunia sepak bola nasional karena telah melahirkan banyak pemain berbakat yang tampil di level nasional.
“Papua Barat Daya ini bukan daerah baru dalam sepak bola. Kita punya banyak talenta seperti Ricky Kambuaya, Boaz Solossa, Ortizan Solossa, Rudolof Yanto Basna hingga Alexandro Kamuru. Jadi ini hanya soal waktu untuk bangkit kembali,” paparnya.
Dirinya berharap turnamen ini dapat menjadi wadah bagi pemain muda untuk menunjukkan kemampuan mereka sekaligus melahirkan talenta baru yang bisa mengikuti jejak para pemain nasional asal Sorong Raya, Papua Barat Daya.
“Liga 4 ini menjadi ruang bagi adik-adik kita yang mungkin belum memiliki kesempatan menunjukkan bakatnya. Dari sini kita berharap lahir pemain-pemain baru seperti Ricky Kambuaya atau Basna berikutnya,” harapnya.
Amatus turut mengajak seluruh pihak, termasuk masyarakat, klub, dan media, untuk memberikan dukungan demi suksesnya penyelenggaraan kompetisi tersebut.
“Kami berharap dukungan dari semua pihak, baik melalui doa maupun kontribusi sesuai kemampuan masing-masing. Mari kita gunakan momentum Piala Gubernur ini untuk membangkitkan kembali semangat sepak bola di Papua Barat Daya,” tandasnya. (*)
Tidak ada komentar