Sorong Today, Aimas – Status sebagai provinsi baru tak menyurutkan langkah Papua Barat Daya untuk ambil bagian dalam pembinaan atlet nasional.
Hal ini terlihat dari pelaksanaan Talent Detection (seleksi) Tim Nasional Futsal Indonesia U-17 yang resmi dibuka Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu bertempat di Lapangan Manglayang Futsal, Aimas, Kabupaten Sorong, Minggu (19/4/2026).
Pembukaan seleksi itu ditandai dengan tendangan pertama oleh Gubernur Elisa Kambu, diikuti unsur Forkopimda serta pelatih kepala Timnas Futsal Indonesia, Hector Souto.
Dalam kesempatan itu, Gubernur PBD Elisa Kambu mengatakan bahwa kehadiran pemerintah daerah bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk komitmen nyata dalam membuka jalan bagi generasi muda Papua Barat Daya menembus level nasional.
Menurutnya, ajang seleksi ini menjadi momentum penting untuk membuktikan bahwa talenta muda dari daerah otonom baru juga mampu bersaing dan berkontribusi bagi Indonesia.
Sementara itu, Plt Ketua Asosiasi Futsal Provinsi Papua Barat Daya, Bartholomeus Asem mengungkapkan bahwa kepercayaan menjadi tuan rumah seleksi bukan hal mudah. Dengan keterbatasan fasilitas sebagai provinsi yang baru berkembang, pihaknya harus bekerja ekstra meyakinkan federasi pusat.
“Kami ingin menunjukkan bahwa Papua Barat Daya siap, meskipun dengan segala keterbatasan yang ada,” kata Bartholomeus Asem.
Seleksi ini diikuti sekitar 70 pemain terbaik hasil penjaringan dari lima kabupaten dan satu kota. Setiap kabupaten mengirimkan 10 pemain, sementara Kota Sorong mengirimkan 20 pemain yang telah melalui seleksi tingkat lokal.
Bartholomeus menyebut bahwa, proses ini merupakan tahapan awal menuju seleksi nasional. Para pemain yang lolos nantinya akan kembali bersaing di tingkat yang lebih tinggi untuk memperebutkan tiket emas di skuad Timnas Futsal U-17 Indonesia.
Terkait lokasi pelaksanaan, dirinya mengakui bahwa Lapangan Manglayang dipilih sebagai opsi paling realistis, meski belum sepenuhnya memenuhi standar ideal. Kendati demikian, keterbatasan tersebut tidak menjadi penghalang untuk tetap menghadirkan proses seleksi yang berkualitas.
Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir pemain-pemain muda berbakat dari Provinsi termuda di Indonesia yang mampu menembus panggung nasional, sekaligus mendorong perhatian lebih terhadap pembangunan infrastruktur olahraga di wilayah tersebut. (*)
Tidak ada komentar