Politeknik Saint Paul Sorong Perkuat Kurikulum OBE, Siapkan Lulusan Siap Kerja

waktu baca 2 menit
Kamis, 7 Mei 2026 05:28 1 Redaksi

Sorong Today, Sorong – Politeknik Saint Paul Sorong menggelar Focus Group Discussion (FGD) Kurikulum Outcome Based Education (OBE) Pendidikan Vokasi sebagai upaya menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang profesional dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja.

Kegiatan yang berlangsung di Kota Sorong, Papua Barat Daya, Kamis (7/5/2026) itu melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, dunia usaha dan industri, alumni hingga tim dosen penyusun kurikulum.

Asisten Direktur I Bidang Akademik Politeknik Saint Paul Sorong, Serli Liling Allo, mengatakan FGD tersebut bertujuan menghimpun masukan dari para pengguna lulusan guna memastikan kompetensi mahasiswa sesuai kebutuhan pasar kerja.

“Tujuan FGD ini untuk menghimpun masukan dari pemerintah, dunia usaha, dunia industri, alumni, dan dosen agar kompetensi lulusan benar-benar sesuai dengan kebutuhan dunia kerja,” ujarnya.

Menurut Serli, kurikulum OBE berbeda dengan kurikulum sebelumnya yang lebih berfokus pada materi dan silabus pembelajaran.

Dalam pendekatan OBE, fokus utama diarahkan pada hasil akhir atau kemampuan lulusan setelah menyelesaikan pendidikan.

“Kalau selama ini kurikulum lebih fokus pada konten materi, maka OBE memastikan lulusan mampu menerapkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang mereka pelajari selama kuliah secara langsung di dunia kerja,” ujarnya.

Ia menambahkan, kurikulum berbasis OBE kini menjadi standar dalam akreditasi internasional dan mulai diterapkan secara nasional, khususnya di bidang pendidikan vokasi dan teknik.

“OBE sebenarnya sudah mulai diterapkan sejak 2024, dan saat ini kami melakukan pemutakhiran kurikulum agar seluruh program studi di Politeknik Saint Paul Sorong mengarah pada sistem pembelajaran berbasis outcome,” katanya.

Dalam FGD tersebut, peserta membahas dua fokus utama, yakni penentuan profil lulusan serta capaian pembelajaran lulusan (CPL).

Profil lulusan akan menentukan peran dan kemampuan yang harus dimiliki mahasiswa setelah tamat, sedangkan CPL mencakup aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang harus dicapai selama masa studi.

Serli berharap melalui penyempurnaan kurikulum ini, lulusan Politeknik Saint Paul Sorong mampu bersaing dan siap terjun langsung ke dunia usaha maupun industri.

“Kami berharap lulusan Saint Paul benar-benar siap bekerja, mampu beradaptasi dengan kebutuhan industri, dan memiliki kompetensi yang relevan,” pungkasnya. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
https://smppattimurajagakarsa.sch.id/kalender-akademik/ https://gulfrojgaar.com/dynamic-staffing-services-gulf-and-europe-jobs/ https://dpp-mmi.org/download/
PETIR800 LOGIN PETIR800
Situs toto Situs togel Togel toto jepe togel SLotapk apkslot slotapk apkslot