Sorong Today, Sorong – Konsolidasi Daerah Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Tahun 2026 Provinsi Papua Barat dan Papua Barat Daya resmi digelar di salah satu hotel di Kota Sorong, Rabu (4/3/2026).
Kegiatan strategis tersebut dibuka langsung oleh Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu ditandai dengan penabuhan tifa bersama para pemangku kepentingan pendidikan. Kegiatan ini digelar hingga Jumat (6/3/2026) mendatang.
Gubernur PBD Elisa Kambu mengatakan bahwa konsolidasi ini merupakan bentuk komitmen bersama untuk memajukan pendidikan di Tanah Papua, khususnya di wilayah Papua Barat dan Papua Barat Daya.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya, saya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Kehadiran kita di sini merupakan wujud komitmen dan kepedulian bersama untuk memastikan pendidikan di Tanah Papua menjadi lebih baik dari hari ini,” kata Gubernur PBD Elisa Kambu.
Lebih lanjut, dirinya menekankan bahwa pendidikan merupakan kunci utama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Papua. Menurutnya, hanya melalui pendidikan generasi muda Papua dapat membuka wawasan dan melihat dunia yang lebih luas.
“Tanpa pendidikan, kita tidak bisa maju. Pendidikan adalah jalan untuk anak-anak Papua melihat dunia yang lain dan membangun masa depan yang lebih baik,” tuturnya.
Gubernur turut menyampaikan apresiasi kepada Balai Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Papua Barat (BPMP) yang telah menetapkan Sorong sebagai tuan rumah kegiatan konsolidasi tersebut.
Mantan Bupati Asmat dua periode ini berharap, kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan guna memperkuat sinergi antar pemangku kepentingan pendidikan.
Sementara itu, Kepala BPMP Provinsi Papua Barat, Santy Mukti Mardhika menjelaskan bahwa konsolidasi daerah ini bertujuan menyamakan persepsi antara Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah di Papua Barat dengan seluruh pemangku kepentingan, baik pemerintah daerah, DPR, maupun dinas pendidikan kabupaten/kota.
“Kegiatan ini bertujuan menyamakan persepsi terkait program-program prioritas Kemendikdasmen. Kami tidak bisa bekerja sendiri. Harus ada kolaborasi dan sinergi dengan seluruh stakeholder agar program dapat berjalan optimal hingga ke daerah,” ujar Kepala BPMP Provinsi Papua Barat, Santy Mukti Mardhika.
Ia menyebutkan bahwa salah satu fokus penting dalam konsolidasi tersebut yakni penguatan dan pembaruan Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Pembaruan data secara berkala dinilai sangat krusial untuk memastikan setiap anak di Papua Barat dan Papua Barat Daya memperoleh hak pendidikan yang sama.
“Kami berharap operator Dapodik mulai dari satuan pendidikan hingga dinas pendidikan kabupaten/kota secara rutin memperbarui data. Data yang akurat sangat penting untuk memastikan tidak ada anak Papua yang tertinggal dan semua memiliki akses pendidikan yang layak,” terangnya.
Melalui konsolidasi ini, BPMP bersama pemerintah daerah berkomitmen menekan angka anak tidak sekolah serta memastikan seluruh anak usia sekolah mendapatkan akses pendidikan yang nyaman dan berkualitas.
Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran dinas pendidikan provinsi dan kabupaten/kota, kepala balai guru dan tenaga kependidikan, kepala balai bahasa, serta berbagai stakeholder pendidikan lainnya dari Papua Barat dan Papua Barat Daya.
Dengan semangat kolaborasi dan sinergi, konsolidasi ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam memperkuat tata kelola pendidikan serta mendukung program prioritas nasional dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia di Tanah Papua. (*)
Tidak ada komentar