Bupati Tambrauw, Yeskiel Yesnath Sorong Today, Sorong – Bupati Tambrauw, Yeskiel Yesnath menyampaikan bahwa Rancangan Anggaran Pendapatan (RAP) Dana Otonomi Khusus (Otsus) Kabupaten Tambrauw Tahun Anggaran 2026 saat ini telah memasuki tahap evaluasi di tingkat Provinsi Papua Barat Daya.
Hal ini disampaikan Bupati Yesnath usai mengikuti rapat percepatan penyelesaian RAP Dana Otsus Tahun Anggaran 2026 yang digelar di salah satu hotel di Kota Sorong, Kamis (22/1/2026).
Menurut Yesnath, Kabupaten Tambrauw bersama Kabupaten Raja Ampat menjadi dua daerah di Papua Barat Daya yang telah menyelesaikan penyusunan RAP Dana Otsus dan kini berada dalam proses evaluasi di tingkat provinsi.
“Untuk Tambrauw dan Raja Ampat, RAP Otsus sudah selesai dan sekarang masuk tahapan evaluasi. Setelah evaluasi ini rampung, maka tinggal penetapan APBD,” ujar Bupati Tambrauw, Yeskiel Yesnath.
Lebih lanjut, dirinya berharap proses evaluasi tersebut dapat segera dituntaskan agar pelaksanaan program dan kegiatan di lapangan, khususnya yang berkaitan langsung dengan pelayanan kepada masyarakat, dapat segera berjalan.
“Kita berharap ini bisa cepat selesai supaya implementasi kegiatan di lapangan, terutama pelayanan masyarakat, bisa segera dilaksanakan,” tuturnya.
Bupati menjelaskan, pemanfaatan Dana Otsus Kabupaten Tambrauw diarahkan pada sektor-sektor prioritas, yakni pendidikan, kesehatan, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Pada sektor pendidikan, Pemerintah Kabupaten Tambrauw menerapkan kebijakan pendidikan berpola berasrama. Kebijakan ini disesuaikan dengan kondisi geografis wilayah Tambrauw yang memiliki jarak cukup jauh antar distrik.
“Karena jarak antar distrik cukup jauh, strategi kita yakni mengembangkan pendidikan berasrama. Anak-anak bisa dipusatkan, dilatih, dididik, dan lebih terkontrol,” jelasnya.
Selain itu, Pemkab Tambrauw juga menyekolahkan putra-putri daerah ke luar wilayah, termasuk ke Pulau Jawa, sejak tahun 2013.
“Kita sekolahkan anak-anak kita di luar daerah, mulai dari SMP, SMA, SMK, termasuk di sekolah Katolik di Probolinggo. Mereka tinggal dalam sistem asrama sehingga proses belajar dan pembinaan benar-benar terkontrol,” terangnya.
Ia menambahkan, pemerintah daerah menargetkan pembinaan tersebut dilakukan secara berkelanjutan hingga ke jenjang perguruan tinggi guna menciptakan sumber daya manusia unggul bagi Kabupaten Tambrauw.
Di bidang kesehatan, Dana Otsus juga dialokasikan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya tenaga medis. Pada tahun ini, Pemerintah Kabupaten Tambrauw memberikan beasiswa kepada tiga orang dokter untuk melanjutkan pendidikan spesialis.
“Kita kirim tiga dokter untuk mengambil spesialis. Ini penting untuk menjawab kebutuhan pelayanan kesehatan di Tambrauw,” ungkapnya.
Dirinya menegaskan bahwa seluruh pembiayaan pendidikan dokter spesialis tersebut bersumber dari Dana Otsus sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat layanan kesehatan jangka panjang.
Terkait besaran anggaran Dana Otsus Kabupaten Tambrauw Tahun Anggaran 2026, Bupati Yesnath menyebutkan nilainya berada di kisaran Rp200 miliar. Namun demikian, angka tersebut masih bersifat sementara karena masih dalam tahap evaluasi.
“Sekitar 200-an miliar, namun ini masih dievaluasi. Bisa saja berubah tergantung hasil evaluasi, yang penting penempatan dan peruntukannya harus sesuai dengan aturan,” tegasnya.
Ia menyebut, proses evaluasi dilakukan untuk memastikan penggunaan Dana Otsus benar-benar tepat sasaran serta sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
“Yang terpenting yakni kesesuaian peruntukan dan alokasinya. Itu yang menjadi fokus dalam evaluasi,” pungkasnya. (*)
Tidak ada komentar