Sorong Today, Sorong – Wali Kota Sorong Septinus Lobat bersama Wakil Wali Kota Anshar Karim didampingi jajaran Dinas Cipta Karya Kota Sorong melakukan peninjauan langsung ke lokasi pembangunan Ruang Terbuka Publik (RTP) Losari yang berlokasi di kawasan eks terminal penumpang, Selasa (06/01/2026).
Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan progres pembangunan berjalan sesuai rencana.
RTP Losari tesebut menjadi salah satu proyek prioritas Pemerintah Kota Sorong dalam menyediakan fasilitas sosial dan ruang rekreasi yang representatif bagi masyarakat serta wisatawan yang berkunjung ke Kota Sorong.
Wali Kota Sorong Septinus Lobat menjelaskan bahwa berdasarkan laporan dari pihak konsultan dan pelaksana proyek, pengerjaan fisik tahap awal telah mencapai 90 persen.
“Tadi pihak konsultan dan pelaksana sudah menjelaskan kepada kami bahwa pekerjaan tahap awal ini sudah 90 persen. Jogging track sudah dibuat, tinggal proses perataan,” ujar Wali Kota Sorong Septinus Lobat di sela-sela peninjauan.
Pemerintah Kota Sorong telah menyiapkan total anggaran sebesar Rp 12 miliar untuk memastikan pembangunan RTP Losari dapat diselesaikan secara menyeluruh. Setelah tahap awal dinyatakan selesai atau clear pada bulan ini, pemerintah akan segera melanjutkan ke proses lelang tahap berikutnya pada tahun anggaran 2024.
RTP Losari dibangun di atas lahan seluas kurang lebih 4.000 meter persegi dan dirancang sebagai pusat aktivitas warga. Beragam fasilitas yang disiapkan antara lain:
Wali Kota menegaskan bahwa keberadaan ruang publik seperti RTP Losari sangat dibutuhkan masyarakat Kota Sorong.
“Masyarakat Kota Sorong butuh space untuk bersosialisasi dan bersantai. Bahkan tadi kita lihat turis datang mencari tempat untuk foto-foto tapi tidak ada. Inilah alasan mengapa pemerintah harus gerak cepat membuka ruang publik seperti ini,” terangnya.
Terkait target penyelesaian keseluruhan proyek, Wali Kota optimistis RTP Losari dapat segera dinikmati masyarakat pada pertengahan tahun 2024.
“Dari teman-teman konsultan, ditargetkan bulan Juni atau Juli sudah bisa kita resmikan. Mudah-mudahan tidak ada hambatan sehingga secepatnya bisa digunakan oleh masyarakat,” tegasnya.
Menanggapi pertanyaan terkait Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal), Wali Kota menegaskan bahwa kawasan tersebut sejak lama telah diperuntukkan sebagai ruang publik.
Oleh karena itu, pengembangan RTP Losari justru dinilai akan memberikan dampak positif bagi lingkungan serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat Kota Sorong.
Pemerintah Kota Sorong berharap RTP Losari ke depan dapat menjadi ikon baru ruang publik, pusat aktivitas masyarakat, sekaligus daya tarik wisata di Kota Sorong. (*)
Tidak ada komentar