Sorong Today – Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah (KSPPS) BMT Al-Hijrah Sorong kembali menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) ke-29 Tahun Buku 2025, yang berlangsung di Gedung Serbaguna Batalyon RK 753 Sorong, Minggu (8/2/2026).
Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Wakil Gubernur Papua Barat Daya, Ahmad Nausrau, dan dihadiri ratusan anggota BMT Al-Hijrah, pengurus, pengawas, serta tamu undangan.

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Papua Barat Daya menyampaikan apresiasi dan dukungan setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran BMT Al-Hijrah yang dinilai konsisten dan berkomitmen membangun koperasi secara mandiri sejak berdiri pada tahun 1995 hingga saat ini.
“Koperasi BMT Al-Hijrah adalah contoh nyata koperasi yang tumbuh mandiri, profesional, dan berlandaskan prinsip syariah. Ini merupakan prestasi luar biasa yang patut kita dukung bersama,” ujar Ahmad Nausrau.
Ia menilai, keberhasilan BMT Al-Hijrah yang mampu berkembang tanpa bergantung pada bantuan dana pemerintah menjadi bukti pengelolaan koperasi yang amanah, profesional, dan berkelanjutan. Melalui momentum RAT ke-29 ini, ia berharap BMT Al-Hijrah terus memperluas jangkauan layanan serta menjadi pilar penggerak ekonomi kerakyatan di Papua Barat Daya.
“Ke depan, kami berharap BMT Al-Hijrah dapat menjadi role model koperasi syariah di Papua Barat Daya, sekaligus berperan aktif dalam mendukung program nasional, termasuk Program Makan Bergizi Gratis,” tambahnya.
Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya, lanjut Nausrau, membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya dengan koperasi syariah, baik melalui dukungan kebijakan, penguatan kelembagaan, keterlibatan dalam Program Makan Bergizi Gratis, hingga investasi pada dapur-dapur di wilayah 3T guna mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang mandiri dan inklusif.

Sementara itu, Ketua Pengawas KSPPS BMT Al-Hijrah, H. Hartono, mengungkapkan bahwa pada tahun buku 2025 BMT Al-Hijrah membukukan sisa hasil usaha (SHU) sebesar Rp 552.867.416, angka tersebut mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.
“Penurunan ini sejalan dengan kondisi ekonomi yang masih belum sepenuhnya membaik. Dampaknya dirasakan hampir seluruh lembaga keuangan, termasuk lembaga keuangan mikro seperti kami,” jelasnya.
Ia berharap pada tahun 2026 terjadi perbaikan ekonomi, seiring adanya dorongan fiskal dari pemerintah pusat ke daerah yang dapat menggerakkan roda perekonomian. Dengan pertumbuhan ekonomi yang lebih baik, diharapkan kinerja lembaga keuangan juga ikut meningkat.
“Ke depan kami akan melakukan sejumlah evaluasi, terutama di sektor pemasaran dan pembinaan anggota, agar target yang telah dibahas dalam RAT dapat tercapai,” tambah Hartono.
Hartono juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh anggota BMT Al-Hijrah yang tetap setia menggunakan layanan keuangan mikro syariah di tengah kondisi ekonomi yang lesu sepanjang tahun 2025.
Memasuki tahun 2026, BMT Al-Hijrah yang akan berusia 31 tahun terus menjalankan fungsinya sebagai lembaga perantara antara aghnia dan dhuafa, mudharib dan shahibul maal, serta muzzaki dan mustahik.
“Semoga BMT Al-Hijrah senantiasa sehat, mandiri, dan memberikan manfaat seluas-luasnya bagi umat, sesuai dengan visi lembaga,” ujarnya.

Terpisah, Manager BMT Al-Hijrah, Siswanto, menjelaskan bahwa RAT tahun ini dihadiri oleh 669 orang anggota. Ia mengakui bahwa kondisi keuangan pada tahun buku 2025 cukup menantang, di mana beberapa pos pendapatan belum mencapai target yang ditetapkan.
“Meski demikian, alhamdulillah masih ada beberapa pos yang justru melampaui target hingga lebih dari 100 persen,” katanya.
Dalam RAT tersebut, manajemen juga menetapkan Rencana Kerja Tahun 2026, di antaranya peningkatan jumlah dan keaktifan anggota, penyusunan Rencana Strategis (Renstra) BMT Al-Hijrah, optimalisasi cabang GRHA YABSIRA, peningkatan kualitas SDM, serta penguatan mobilisasi dana melalui pemasaran tabungan dan layanan digital BMT Al-Hijrah Online.

Selain itu, BMT Al-Hijrah juga akan mengoptimalkan peran baitul maal, memperluas kerja sama dengan lembaga zakat dan pemberdayaan ekonomi umat, meningkatkan pendapatan non-pembiayaan, serta memperluas pembiayaan berbasis syirkah dan usaha ultra mikro.
RAT ke-29 ini menjadi momentum evaluasi sekaligus peneguhan komitmen BMT Al-Hijrah Sorong untuk terus berkhidmat bagi umat, bangsa, dan negara melalui ekonomi syariah yang inklusif dan berkelanjutan.(Hasyim/Sorongtoday.com)
Tidak ada komentar