Sorong Today, Sorong – Dalam upaya mempererat kerja sama dalam memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), Polda Papua Barat Daya menggelar kegiatan silaturahmi melalui tatap muka bersama sejumlah tokoh pemuda, perempuan, dan mahasiswa di Kota Sorong, Papua Barat Daya.
Kegiatan tersebut berlangsung di Cafe Layar Gading Kampung Baru, Kota Sorong, Sabtu (29/11/25) dan dihadiri oleh berbagai perwakilan organisasi kepemudaan dan kemahasiswaan.
Kegiatan ini dihadiri diantaranya Ketua GMNI Kota Sorong Mesak Malibela, Presiden Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sorong Lukman F. Rumwokas, Ketua GMKI Nova Suwen, serta Ketua PMKRI Mersel Nauw, bersama para tokoh perempuan dan pemuda lainnya.
Pelaksanaan kegiatan tatap muka ini dikemas dalam bentuk diskusi terbuka mengenai situasi Kamtibmas di Kota Sorong.
Selain itu, kegiatan ini dikemas dengan pemberian tali asih kepada para peserta yang hadir sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi mereka.
Dalam forum tersebut, para tokoh menyampaikan sejumlah aspirasi, salah satunya adalah usulan pembentukan tim verifikasi yang melibatkan pihak kepolisian dan instansi terkait, guna mengakomodasi dan menindaklanjuti berbagai masukan dari masyarakat.
Ketua GMNI Cabang Sorong, Mesak Malibela menyoroti pentingnya pelaksanaan patroli rutin oleh Kepolisian dan Satpol PP untuk menjaga stabilitas Kamtibmas. Ia menekankan pentingnya pembinaan ideologi dan pemahaman dasar Pancasila bagi generasi muda.
Mesak turut menyampaikan perlunya penindakan tegas terhadap penjualan minuman keras ilegal, yang selama ini memicu tindakan kriminal serta kecelakaan lalu lintas yang berujung pada persoalan denda adat.
“Kami sarankan pihak Kepolisian untuk berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait mengenai dukungan sarana dan prasarana dalam memelihara kamtibmas. Kami mengusulkan pembentukan forum agar dapat berkolaborasi dengan tokoh pemuda di setiap kompleks se-Kota Sorong,” ujar Mesak.
Kegiatan silaturahmi ini menjadi langkah strategis Polda Papua Barat Daya dalam memperkuat kemitraan dan komunikasi dengan masyarakat, khususnya kelompok pemuda dan mahasiswa yang berperan penting dalam menjaga stabilitas sosial di Kota Sorong.
Polda Papua Barat Daya menegaskan bahwa masukan dari peserta akan menjadi bahan evaluasi sekaligus pertimbangan dalam perumusan langkah-langkah Kamtibmas di lapangan. (*)
Tidak ada komentar