Sorong Today – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sorong menggelar Pelatihan Pencegahan dan Mitigasi Bencana yang berlangsung di Hotel Belagri selama dua hari, 24–25 November 2025. Kegiatan ini diikuti oleh berbagai unsur masyarakat, organisasi kebencanaan, serta perwakilan instansi pemerintah daerah.

Pada kegiatan tersebut, Ketua Gugus Satuan Khusus Kebencanaan HAKLI, Johny Sumbung, SKM., M.Kes, hadir sebagai pemateri utama. Dalam paparannya, Johny membahas berbagai upaya mitigasi bencana di wilayah Kota Sorong, mulai dari kluster kebencanaan, sketsa dampak bencana, mitigasi tsunami, hingga peran vegetasi dalam mereduksi dampak gelombang tsunami.
Johny menjelaskan bahwa masyarakat pesisir memiliki peran penting dalam upaya pengurangan risiko bencana, khususnya terkait keberadaan vegetasi di sepanjang garis pantai.
“Bagaimana masyarakat pesisir bisa memahami risiko kerusakan tanaman yang ada di pesisir pantai. Selain itu, perlu adanya kesadaran untuk melakukan penanaman kembali guna mereduksi bahaya tsunami,” jelas Johny.
Ia menekankan bahwa vegetasi seperti mangrove memiliki kemampuan alami untuk menahan dan memperlambat energi gelombang tsunami. Karena itu, pengelolaan kawasan pesisir harus dilakukan dengan mempertimbangkan aspek ekologis dan keselamatan masyarakat.

Lebih lanjut, Johny juga menyoroti pentingnya penanaman kembali tanaman pesisir yang memiliki nilai ekonomis, sehingga masyarakat tidak terdorong untuk kembali melakukan penebangan, terutama pada zona pertama mangrove yang berfungsi sebagai pelindung utama pesisir.
Pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat dan pemangku kepentingan mengenai pentingnya mitigasi bencana berbasis lingkungan, sekaligus memperkuat kapasitas daerah dalam menghadapi potensi bencana di masa mendatang. (*)
Tidak ada komentar