Sorong Today, Sorong – Ribuan masyarakat Keluarga Besar Suku Moi memadati Lapangan Sepak Bola Klasaman, Kota Sorong, dalam perayaan Natal dan Syukuran Tahun Baru Bersama Keluarga Besar Suku Moi, Jumat (09/01/2026).
Kegiatan ini berlangsung meriah dan sarat dengan nuansa adat Moi, menjadi simbol kuat persatuan, iman, dan kesiapan orang Moi menyongsong satu abad Pekabaran Injil (PI) di Tanah Malamoi tahun 2027.
Acara tersebut dihadiri langsung oleh Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu, jajaran pejabat Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya, Pemerintah Kota dan Kabupaten Sorong, para hamba Tuhan, tetua adat, serta perwakilan masyarakat dari tujuh sub-suku Moi.
Perayaan Natal dan Syukuran Tahun Baru ini tidak hanya menjadi ungkapan syukur atas kasih Tuhan melalui kelahiran Yesus Kristus dan penyertaan-Nya sepanjang tahun, namun turut menjadi momentum strategis untuk menegaskan komitmen orang Moi dalam menyambut peringatan 100 tahun masuknya Injil di Tanah Malamoi pada 27 Oktober 2027.
Subtema yang diusung panitia yakni ‘Keluarga Suku Moi Bersatu Menuju Satu Abad Pekabaran Injil di Tanah Malamoi Tahun 2027’, mencerminkan tekad bersama seluruh masyarakat Moi untuk berjalan dalam satu iman, satu kasih, dan satu tujuan.
Pesan tersebut diperkuat dengan penyerahan atribut adat berupa noken kepada Gubernur Papua Barat Daya, sebagai simbol ucapan selamat datang sekaligus harapan agar pemerintah daerah memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan perayaan satu abad PI mendatang.
Dalam khotbah Natal dan Syukuran Tahun Baru, Pdt. John Baransano menyerukan ajakan kepada seluruh orang Moi agar tetap bertekun dalam firman Tuhan, menjaga kebersamaan, serta terus menebarkan Sinagih (kasih) sebagai nilai utama dan jati diri orang Moi.
Menurutnya, persiapan menuju satu abad Pekabaran Injil tidak semata bersifat seremonial, melainkan harus dimulai dari iman dan ketulusan hati.
“Tanah Malamoi adalah Tanah Kehidupan. Orang Moi dipanggil untuk hidup dalam Sinagih, kasih yang nyata dalam perbuatan,” ujar Pdt. John.

Ketua Panitia Natal dan Syukuran Tahun Baru Bersama Keluarga Besar Suku Moi, Bernard Mili menyampaikan bahwa kegiatan ini lahir dari kesadaran bersama untuk merangkai syukur atas penyertaan Tuhan dalam perjalanan hidup orang Moi.
Momentum ini sekaligus menjadi tonggak awal penyatuan seluruh insan Moi dalam bingkai kekeluargaan, persaudaraan, dan kebersamaan.
Ia menegaskan bahwa perayaan ini juga menjadi ruang konsolidasi spiritual dan sosial dalam mempersiapkan diri menyambut satu abad Pekabaran Injil di Tanah Malamoi.
“Kami berharap kebersamaan yang terbangun hari ini terus terjaga. Orang Moi harus tetap menjadi berkat dan pelopor kebaikan di tanah ini. Kami juga berharap dukungan penuh pemerintah dalam rangka perayaan satu abad Pekabaran Injil pada 27 Oktober 2027 nanti,” ujar Bernard.
Sementara itu, Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu menegaskan bahwa kehadirannya bukan sekadar memenuhi undangan, melainkan sebagai bentuk nyata komitmen pemerintah daerah dalam mendukung kegiatan masyarakat, khususnya yang bernilai keagamaan dan kultural.
Menanggapi aspirasi masyarakat terkait rencana pembangunan Situs Pekabaran Injil di kawasan Usahamina, yang merupakan lokasi awal masuknya Injil di Tanah Malamoi, gubernur menyatakan kesiapan pemerintah untuk menindaklanjuti aspirasi tersebut. Namun ia juga mengakui adanya tantangan karena lokasi tersebut saat ini berada dalam penguasaan BUMN.
“Acara ini sangat luar biasa dan kami sangat mendukung. Terkait pembangunan situs PI di Usahamina, kami akan membangun komunikasi karena memang ada proses yang tidak mudah. Namun untuk kebutuhan lain dalam rangka perayaan satu abad Pekabaran Injil di Tanah Malamoi, pemerintah siap memberikan dukungan,” ujar Gubernur Elisa.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat Suku Moi untuk terus menjaga kedamaian, persatuan, dan kebersamaan demi kemajuan Papua Barat Daya sebagai rumah bersama. (*)
Tidak ada komentar