Sorong Today, Sorong – Himpunan Mahasiswa Islam Majelis Penyelamat Organisasi (HMI-MPO) Cabang Sorong Raya menggelar Konferensi Cabang (Konfercab) XI Tahun 2025 bertempag di Grha Yabsirah, Kota Sorong, Papua Barat Daya, Minggu (28/12/2025).
Konfercab XI mengangkat tema “Revitalisasi HMI-MPO, Kader Solid HMI Kuat”, sebagai ikhtiar memperkuat kembali konsolidasi organisasi pasca dinamika internal yang sempat terjadi dalam beberapa tahun terakhir.
Kegiatan ini dihadiri jajaran Pengurus Cabang HMI-MPO Sorong Raya, pengurus komisariat, kader HMI-MPO, senior dan alumni, serta sejumlah pihak terkait lainnya.
Ketua HMI-MPO Cabang Sorong Raya, Sahrul Kubal menegaskan bahwa Konfercab bukan sekadar agenda formal organisasi, melainkan ruang dialektika untuk menguji relevansi gagasan HMI di tengah tantangan zaman.
“Konferensi ini bukan rutinitas birokrasi semata, tetapi ruang dialektika untuk menguji sejauh mana gagasan kita mampu menjawab disrupsi zaman,” ujar Ketua HMI-MPO Cabang Sorong Raya, Sahrul Kubal.
Ia mengutip pemikiran Nurcholish Madjid yang menyebut HMI sebagai Organisasi Kader, dimana kekuatan utama terletak pada kualitas berpikir dan kedalaman pengabdian, bukan sekadar kuantitas anggota.
Kendati demikian, Asrul sapaan akrabnya mengajak seluruh kader untuk jujur pada sejarah. Menurutnya, konflik internal yang terjadi pada tahun 2022 menjadi pelajaran berharga yang tidak boleh terulang.
“Kita berdiri di atas puing-puing dualisme yang sempat membelah rumah besar kita. Konflik itu menguras energi intelektual dan emosional. Saya berharap, ini menjadi fragmen konflik terakhir dalam sejarah cabang kita,” tegasnya.
Dalam suasana reflektif, dirinya kembali mengajak seluruh kader membumikan kembali nilai dasar HMI sebagaimana diwariskan oleh pendiri HMI, Lafran Pane, yakni ‘Saya Lillahi Ta’ala untuk HMI’.
“Di tanah Sorong Raya, di tanah Papua yang penuh keberkahan ini, kalimat tersebut harus menjadi titik pijak transendental kita. Kita tidak hanya ber-HMI, tetapi menjaga nyala api keislaman dan keindonesiaan di garda terdepan Papua,” ucapnya
Ia turut menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh kader atas berbagai keterbatasan dan dinamika yang terjadi selama masa transisi kepengurusan, serta mengapresiasi peran senior dan alumni yang terus memberikan dukungan moril dan pemikiran hingga tercapainya momentum rekonsiliasi.
Lebih lanjut, dirinya mengakui bahwa tantangan HMI kedepan tidak hanya berkutat pada urusan internal organisasi, tetapi juga pada kemampuan menjawab perubahan global, termasuk perkembangan Artificial Intelligence (AI) dan dinamika geopolitik dunia.
“Kita membutuhkan pemimpin yang bukan hanya piawai beretorika di podium, tetapi yang mampu menghibahkan waktu dan hatinya untuk merawat kader di akar rumput,” tuturnya.
Dirinya menekankan bahwa Ketua Umum terpilih nantinya bukan sekadar pemenang suara, melainkan pemegang mandat persatuan.
“Legitimasi kepemimpinan tidak hanya terletak pada ketukan palu sidang, tetapi pada kemampuan merangkul kembali kader-kader yang sempat berseberangan,” imbuhnya.
Sementara itu, Senior Alumni HMI-MPO Cabang Sorong Raya, Ridwan Iribaram dalam penyampaiannya menekankan pentingnya kemandirian kader, solidaritas, dan strategi gerakan yang nyata.
Menurut Ridwan, kekuatan organisasi tidak selalu ditentukan oleh jumlah kader yang banyak, tetapi oleh soliditas dan kemampuan saling menopang.
“Tidak perlu banyak, sepuluh kader yang solid saja sudah sangat kuat. Kalau mereka bersatu, saling membantu, dan punya strategi, maka organisasi akan berjalan,” ungkapnya.
Dirinya mengingatkan agar kader HMI tidak bergantung pada bantuan materi semata, melainkan membangun budaya saling berbagi, gotong royong, dan kepekaan sosial sebagai bagian dari praksis nilai keislaman dan ke-HMI-an.
Selain itu, Ridwan menekankan pentingnya berpikir strategis dalam membaca situasi sosial dan politik, agar gerakan kader tidak berjalan tanpa arah.
“Konferensi ini harus menjadi momentum rekonsiliasi total. Kita boleh datang dengan perbedaan, tetapi harus pulang dengan satu visi yakni Revitalisasi HMI, Kader Solid HMI Kuat,” pungkasnya.
Konfercab XI ini diharapkan menjadi titik nol (point zero) perjuangan HMI-MPO Cabang Sorong Raya menuju organisasi yang lebih solid, inklusif dan progresif. (*)
Tidak ada komentar