Sorong Today, Sorong – Realisasi investasi Provinsi Papua Barat Daya sepanjang Januari hingga September 2025 mencapai Rp2,411 triliun atau sekitar 69 persen dari target investasi nasional yang ditetapkan sebesar Rp3,490 triliun.
Capaian tersebut menunjukkan tren pertumbuhan investasi yang positif bagi Papua Barat Daya sebagai provinsi termuda di Indonesia ini.
Hal ini disampaikan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Papua Barat Daya, Menase Jitmau, melalui Sekretaris DPMPTSP Herry Widjasena di Kota Sorong, Rabu (14/1/2026).
“Target investasi Papua Barat Daya tahun 2025 sebesar Rp3,490 triliun atau sekitar 0,8 persen dari target investasi nasional. Hingga triwulan III, realisasi investasi sudah mencapai Rp2,411 triliun dengan total 3.255 proyek,” ujar Sekretaris DPMPTSP PBD Herry Widjasena.
Lebih lanjut, dirinya memaparkan bahwa target investasi tahun 2025 didistribusikan ke enam kabupaten/kota di Papua Barat Daya, dengan rincian sebagai berikut:
“Total target investasi seluruh wilayah tersebut mencapai Rp3,490 triliun,” imbuhnya.
Berdasarkan data realisasi investasi Januari–September 2025, kontribusi terbesar masih berasal dari wilayah Sorong Raya, dengan rincian:
Herry menjelaskan, dominasi Kabupaten Sorong dan Kota Sorong tidak terlepas dari kuatnya sektor sumber daya alam dan jasa, seperti perkebunan, perdagangan, hotel, serta restoran yang berkembang pesat di wilayah tersebut.
Dari sisi sektoral, realisasi investasi selama Januari–September 2025 ditopang oleh sejumlah sektor utama, antara lain:
“Total realisasi investasi lintas sektor tersebut mencapai Rp2.411.939.526.155,” ungkapnya.
Pada kesempatan itu, Herry menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya tidak semata-mata mengejar target angka investasi, tetapi turut menaruh perhatian besar pada dampak investasi terhadap kesejahteraan masyarakat, khususnya Orang Asli Papua (OAP).
“Investasi harus memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Jangan hanya mengejar target, tetapi rakyat masih kesulitan. Investasi yang baik adalah investasi yang menghadirkan kesejahteraan,” tegasnya.
Pemerintah daerah berharap, semua pihak dapat bergandengan tangan sama-sama mendorong realisasi investasi yang inklusif, berkelanjutan, serta mampu membuka lapangan kerja dan meningkatkan perekonomian masyarakat Papua Barat Daya secara merata. (*)
Tidak ada komentar