Sorong Today, Sorong – Gubernur Papua Barat Daya (PBD) Elisa Kambu menegaskan bahwa kebijakan Otonomi Khusus (Otsus) masih memberikan dampak positif dan signifikan bagi kemajuan masyarakat Papua.
Pernyataan tersebut disampaikan Gubernur PBD Elisa Kambu usai upacara peringatan HUT ke-24 Otsus Papua di Lapangan Upacara Kantor Gubernur Papua Barat Daya, Kota Sorong, Jumat (21/11/2025).
Gubernur Elisa menilai kehadiran Otsus tidak dapat dilepaskan dari berbagai perubahan besar yang dirasakan masyarakat, terutama Orang Asli Papua (OAP).
Menurut Gubernur, Otsus membuka ruang luas dalam bidang politik, birokrasi, hingga dunia usaha.
“Telah memberikan akses yang luar biasa bagi masyarakat Papua, khususnya orang asli Papua. Ruang itu terbuka banyak, baik di politik, pendidikan, birokrasi hingga UMKM,” ujar Gubernur PBD Elisa Kambu.
Ia mencontohkan keberadaan Majelis Rakyat Papua (MRP) yang mewakili unsur adat, perempuan, dan agama. Di Otsus jilid II, terdapat pula kebijakan penambahan kursi DPR melalui mekanisme pengangkatan, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten, sebanyak 30 persen.
Elisa Kambu menyebut Papua berbeda dengan Aceh yang memiliki partai politik lokal. Dengan lebih dari 270 bahasa daerah, Papua dinilai memiliki tantangan lebih besar bila harus membangun partai politik lokal.
“Karena itu, pemerintah memilih mekanisme pengangkatan DPR agar representasi OAP tetap terjaga,” sambutnya.
Dari sisi anggaran, Otsus menjadi salah satu sumber pembiayaan terbesar bagi Papua selain Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK).
“Saat ini, dana transfer Otsus justru lebih besar dibandingkan sebelumnya, sementara DAU dan DAK cenderung menurun,” terangnya.
Gubernur menegaskan bahwa prioritas penggunaan dana Otsus tetap mengacu pada empat bidang utama yakni Pendidikan, Kesehatan, Ekonomi kerakyatan/pemberdayaan OAP dan Infrastruktur dan konektivitas
“Anak-anak Papua bisa banyak sekolah di mana-mana. Pemberdayaan masyarakat Papua juga ada, walaupun memang belum menjawab semuanya,” ucapnya.
Dirinya mengakui masih terdapat tantangan, khususnya pada sektor pengusaha OAP yang jumlahnya terus bertambah, sehingga alokasi bantuan harus dibagi agar banyak pihak dapat terakomodasi.
Elisa Kambu menyebut pemekaran Papua menjadi empat provinsi baru sebagai salah satu bukti keistimewaan yang diberikan melalui Otsus.
“Papua Selatan hanya empat kabupaten saja bisa jadi provinsi sendiri. Itu bentuk perhatian negara agar Papua bisa maju,” tegasnya.
Pada kesempatan itu, Gubernur mengajak seluruh masyarakat Papua, khususnya di Papua Barat Daya, untuk bersatu dan memanfaatkan momentum Otsus jilid II yang masih menyisakan 16 tahun sebelum evaluasi berikutnya.
“Orang Papua harus sehat, cerdas, dan produktif. Itu mimpi besar kita. Perbedaan itu hal yang biasa, namun jangan sampai memecah kita. Justru harus jadi kekayaan untuk membangun Papua Barat Daya,” pungkasnya.
Peringatan HUT ke-24 Otsus Papua diharapkan menjadi momentum refleksi dan komitmen bersama dalam memperkuat pembangunan di tanah Papua. (*)
Tidak ada komentar