Sorong Today, Jakarta – PT Pertamina (Persero) melalui anak usahanya PT Pertamina Patra Niaga memastikan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) nasional berada dalam kondisi aman dan terkendali selama momentum Ramadan dan jelang Idulfitri 2026.
Saat ini stok BBM nasional berada pada kisaran sekitar 21 hari, yang merupakan stok operasional normal dalam sistem logistik energi nasional.
Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga, Roberth MV. Dumatubun menjelaskan bahwa stok tersebut merupakan pasokan operasional yang secara rutin dikelola untuk memastikan distribusi energi berjalan lancar ke seluruh wilayah Indonesia.
Menurutnya, stok BBM sekitar 21 hari merupakan bagian dari mekanisme normal pengelolaan logistik energi nasional. Pasokan tersebut terus diperbarui melalui produksi kilang domestik maupun pengadaan impor yang telah direncanakan jauh hari sebelumnya.
“Stok sekitar 21 hari yang dikelola Pertamina Patra Niaga merupakan stok BBM yang secara normal selalu dijaga dalam sistem logistik energi nasional. Stok ini terus dilakukan top-up atau penambahan produk melalui produksi dari kilang domestik maupun pengadaan impor yang telah direncanakan jauh hari sebelumnya,” ujar Roberth.
Ia menambahkan, Pertamina Patra Niaga memiliki sistem rantai pasok energi yang terintegrasi, mulai dari pengadaan minyak mentah dan produk BBM, pengolahan di kilang, transportasi, hingga distribusi ke berbagai wilayah Indonesia.
Sistem tersebut memungkinkan ketersediaan energi tetap terjaga dan dapat diakses masyarakat secara merata, termasuk menjelang meningkatnya konsumsi energi selama Ramadan dan masa mudik Lebaran.
Selain itu, Pertamina terus memantau dinamika geopolitik global, termasuk perkembangan konflik di kawasan Timur Tengah yang berpotensi mempengaruhi pasar energi dunia.
Sebagai langkah antisipasi, perusahaan telah menyiapkan berbagai strategi mitigasi untuk menjaga ketahanan pasokan energi nasional.
Langkah tersebut antara lain melalui diversifikasi sumber pasokan minyak mentah dan produk BBM, penguatan sistem logistik dan distribusi, optimalisasi operasi kilang dalam negeri, serta peningkatan koordinasi dengan pemerintah dan para pemangku kepentingan.
“Pertamina Patra Niaga terus memantau perkembangan situasi global dan telah menyiapkan berbagai langkah antisipatif agar pasokan energi nasional tetap terjaga,” jelas Roberth.
Dirinya mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan atau panic buying, karena tindakan tersebut justru berpotensi mengganggu distribusi yang berjalan normal.
“Kami mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan menggunakan energi secara bijak. Pembelian BBM sesuai kebutuhan akan membantu menjaga distribusi tetap stabil,” tambahnya.
Sementara itu, Area Manager Communication Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku, Ispiani Abbas, menegaskan komitmen yang sama di tingkat regional untuk menjaga ketersediaan pasokan selama Ramadan dan Idulfitri.
Menurutnya, sistem logistik energi nasional telah dirancang untuk memastikan suplai BBM tetap andal hingga ke seluruh wilayah Indonesia, termasuk wilayah kepulauan, pegunungan, dan daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) di Papua dan Maluku.
“Sistem logistik energi secara nasional sudah direncanakan untuk memastikan keandalan suplai hingga ke seluruh wilayah Indonesia, tidak terkecuali di Papua dan Maluku,” ujar Ispiani.
Saat ini seluruh Fuel Terminal di wilayah Papua dan Maluku berada dalam kondisi optimal untuk menyalurkan BBM ke lembaga penyalur yang melayani langsung kebutuhan masyarakat selama Ramadan dan Idulfitri.
Pertamina turut memastikan akan terus memantau perkembangan situasi global dan domestik guna menjaga keamanan pasokan energi serta keberlanjutan pelayanan kepada masyarakat di seluruh wilayah Indonesia.
Bagi masyarakat yang membutuhkan informasi lebih lanjut terkait layanan energi, dapat menghubungi Pertamina Contact Center 135. (*)
Tidak ada komentar