Sorong Today, Sorong – Pemerintah Kota (Pemkot) Sorong menyerahkan Posyandu Prima Antropometri Kit serta uang transportasi bagi kader Posyandu se-Kota Sorong, bertempat di Gedung Lambert Jitmau, Kota Sorong, Papua Barat Daya, Senin (15/12/2025).
Kegiatan tersebut dibuka secara simbolis oleh Wakil Wali Kota Sorong Anshar Karim mewakili Wali Kota Sorong Septinus Lobat.
Turut hadir dalam kegiatan ini Kepala Dinas Kesehatan Kota Sorong Jemima Elisabeth, Asisten II Pemkot Sorong Tamrin Tajuddin, serta sekitar 1.000 kader Posyandu dari seluruh wilayah Kota Sorong.
Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Sorong Anshar Karim menyampaikan apresiasi dan terima kasih setinggi-tingginya kepada seluruh kader Posyandu yang selama ini telah bekerja dengan tulus dan penuh dedikasi dalam melayani masyarakat.
“Peran kader Posyandu sangat strategis sebagai ujung tombak pemerintah di tengah masyarakat, baik dalam bidang kesehatan, sosial, pendidikan, maupun pemberdayaan keluarga,” ujar Anshar Karim.
Ia menjelaskan bahwa bantuan transportasi yang diserahkan merupakan bentuk perhatian dan komitmen Pemkot Sorong dalam mendukung kelancaran tugas para kader, mengingat mobilitas mereka yang tinggi, baik dari rumah ke rumah maupun ke lokasi pelayanan Posyandu.
“Kami menyadari tugas kader tidaklah ringan karena membutuhkan pengorbanan waktu, tenaga, dan biaya. Oleh karena itu, bantuan ini diharapkan dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya, tepat guna dan tepat sasaran,” jelasnya.
Anshar Karim berharap, bantuan tersebut dapat menjadi penyemangat bagi para kader untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, kedisiplinan, serta rasa tanggung jawab dalam menjalankan tugas mulia di tengah masyarakat.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Sorong Jemima Elisabeth memaparkan bahwa Posyandu merupakan salah satu bentuk Upaya Kesehatan Bersumber Daya Masyarakat (UKBM) yang dikelola dari, oleh, dan untuk masyarakat. Hal ini sejalan dengan kebijakan Kementerian Kesehatan dalam Pilar 1 Transformasi Layanan Primer.
Menurutnya, transformasi Posyandu saat ini tidak hanya berfokus pada pelayanan kesehatan ibu dan anak, tetapi berkembang menjadi pelayanan publik terintegrasi di tingkat kelurahan dan desa, sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 13 Tahun 2024 tentang Pos Pelayanan Terpadu.
“Salah satu poin utama dalam kebijakan tersebut adalah pemberian insentif berupa transportasi bagi kader, guna memotivasi partisipasi mereka dalam menunjang pelayanan Posyandu yang berkualitas,” ujar Jemima Elisabeth.
Ia menyebutkan, saat ini terdapat 111 Posyandu di Kota Sorong dengan 806 kader yang menerima bantuan transportasi.
Selain itu, Pemkot Sorong melalui Dinas Kesehatan juga menyalurkan Posyandu Prima dan alat antropometri sebagai sarana penunjang untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dasar.
Jemima Elisabeth menegaskan bahwa kader Posyandu merupakan garda terdepan dalam pencegahan stunting, pemantauan tumbuh kembang balita, pendampingan ibu hamil, pelayanan lansia, hingga edukasi gizi serta perilaku hidup bersih dan sehat.
“Pemberian insentif ini bukan sekadar dukungan materi, tetapi juga bentuk penghargaan dan pengakuan atas kontribusi nyata para kader dalam mendukung berbagai program kesehatan pemerintah,” ungkapnya.
Menjelang akhir tahun serta menyongsong perayaan Natal dan Tahun Baru, Jemima berharap momentum ini dapat semakin memperkuat semangat pengabdian para kader Posyandu dalam menghadapi tantangan kesehatan masyarakat yang semakin kompleks ke depan.
“Mari kita jadikan Posyandu sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat yang berkelanjutan demi terwujudnya Kota Sorong yang sehat, kuat, dan sejahtera,” pungkasnya. (*)
Tidak ada komentar