Sorong Today, Teminabuan – Dalam rangka menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) senantiasa kondusif menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (NATARU), Polda Papua Barat Daya terus melakukan sejumlah kegiatan di berbagai kabupaten/kota di wilayah hukumnya.
Tim Polda Papua Barat Daya menggelar tatap muka bersama para tokoh adat, tokoh masyarakat, organisasi masyarakat, organisasi kepemudaan serta perwakilan organisasi mahasiswa di Kantor Distrik Teminabuan, Kabupaten Sorong Selatan, Kamis (27/11/2025).
Pertemuan tersebut dihadiri Kepala Distrik Teminabuan Jhors Salambau, Ketua KKST Sorsel H. Hajali, Ketua KKSS Muhammad Aris, Ketua IKEMAL Maluku Muhammad Akliat, perwakilan GMKI Cabang Sorong Selatan Ronal serta sejumlah warga dan tokoh setempat.
Dalam dialog yang berlangsung hangat itu, sejumlah tokoh menyampaikan saran dan masukan terkait upaya peningkatan keamanan wilayah.
Salah satu poin penting yakni permintaan agar kepolisian memperketat pengamanan di wilayah perbatasan antar kabupaten guna mencegah potensi gangguan menjelang perayaan hari besar keagamaan.
Topik yang paling banyak mendapat perhatian adalah maraknya peredaran minuman keras (miras) yang dinilai menjadi pemicu utama tindak kriminal, terutama menjelang perayaan besar seperti Natal dan Tahun Baru.
Para tokoh masyarakat meminta pihak kepolisian menertibkan peredaran serta pendistribusian miras. Tokoh masyarakat mengusulkan penerbitan surat edaran resmi tentang penghentian penjualan miras selama periode Natal dan Tahun Baru.
“Mencegah pendistribusian minuman keras disertai dengan membuat surat edaran pemberhentian penjualan miras karena menjadi pemicu utama terjadinya masalah di lingkungan masyarakat,” tegas para tokoh dalam forum tersebut.
Selain menyampaikan aspirasi, sejumlah organisasi dan komunitas memberikan dukungan penuh kepada Polda Papua Barat Daya dalam menjaga keamanan selama periode NATARU.
GMKI Cabang Sorong Selatan, masyarakat KKST serta komunitas Pemuda Maluku menyatakan kesediaan mereka untuk bekerja sama dan terlibat langsung dalam pengamanan ibadah Natal dan Tahun Baru.
Langkah sinergi antara masyarakat dan pihak kepolisian ini diharapkan mampu menciptakan perayaan Natal dan Tahun Baru yang aman, damai serta bebas dari persoalan yang terjadi ditengah-tengah masyarakat. (*)
Tidak ada komentar