Sorong Today – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi (DPRP) Papua Barat Daya dari Daerah Pengangkatan Kabupaten Raja Ampat, Franky Umpain, melaksanakan Reses II Tahun 2025 pada 19–28 September 2025.
Kegiatan ini berlangsung di beberapa distrik dan kampung, termasuk Waisai, Meosmansar, dan Waigeo Barat Kepulauan.
Reses ini bertujuan untuk menyerap, menghimpun, dan menindaklanjuti aspirasi masyarakat secara langsung, sebagai bentuk komitmen terhadap fungsi representasi dan pengawasan. Masyarakat Raja Ampat menyampaikan beragam keluhan dan usulan strategis yang mencerminkan kebutuhan mendesak di berbagai sektor pembangunan.
Isu Strategis yang Mengemuka
Dalam dialog bersama masyarakat, beberapa isu krusial mencuat dan menjadi perhatian utama:
1. Lapangan Kerja
Masyarakat mendesak pemerintah daerah dan investor, khususnya PT. Gag Nikel, agar memprioritaskan tenaga kerja lokal dalam perekrutan karyawan. Selain itu, dibutuhkan pengembangan sektor unggulan seperti pariwisata bahari, perikanan, ekowisata, dan kopra untuk membuka lebih banyak peluang kerja bagi pemuda Raja Ampat.
2. Pendidikan
Permasalahan infrastruktur pendidikan masih menjadi sorotan. Warga mengusulkan perbaikan sarana sekolah di kampung-kampung, pembangunan asrama pelajar dan mahasiswa di kota studi, serta pengadaan perumahan layak dan insentif khusus bagi guru yang mengabdi di wilayah kepulauan.
3. Kesehatan
Kritik diarahkan pada minimnya tenaga medis akibat tidak tersedianya fasilitas perumahan. Masyarakat juga mendorong pengadaan puskesmas terapung dan ambulans laut untuk menjangkau pulau-pulau terpencil.
4. Penguatan UMKM
Usulan mencakup dukungan modal usaha, subsidi transportasi logistik, serta digitalisasi pemasaran produk lokalagar pelaku UMKM di Raja Ampat mampu bersaing dan berkembang.
5. Wilayah Kelola Adat
Masyarakat adat menuntut perlindungan wilayah kelola mereka dari eksploitasi berlebihan. Mereka mengusulkan penetapan zona tangkap nelayan lokal serta mekanisme bagi hasil sektor pariwisata agar masyarakat kampung mendapat manfaat langsung dari kekayaan alam daerah.
6. Infrastruktur Dasar
Permintaan mencakup pembangunan perumahan rakyat, akses air bersih, jalan antar kampung, pemecah gelombang, dermaga, dan transportasi antar pulau.
Rekomendasi Konkret dari DPRP
Sebagai tindak lanjut, Franky Umpain menyampaikan beberapa rekomendasi konkret kepada Pemerintah Daerah Papua Barat Daya:
Komitmen Mengawal Aspirasi Rakyat
“Aspirasi masyarakat Raja Ampat adalah amanat yang wajib kita teruskan kepada pemerintah. Sebagai wakil masyarakat adat, saya akan mengawal aspirasi ini sesuai dengan tugas dan fungsi DPRP agar pelayanan dan pembangunan berdampak langsung bagi masyarakat,” tegas Franky Umpain.
Dasar Hukum Pelaksanaan Reses
Kegiatan Reses II DPRP ini dilaksanakan berdasarkan:
Dengan pelaksanaan reses ini, diharapkan kebijakan pemerintah daerah semakin berpihak pada kepentingan rakyat, khususnya masyarakat adat di Raja Ampat yang selama ini menjaga kelestarian alam namun masih menghadapi keterbatasan dalam pelayanan dasar dan pembangunan ekonomi. (*)
Tidak ada komentar