Sorong Today, Sorong – Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya (Pemprov PBD) memberangkatkan sebanyak 80 tokoh agama untuk mengikuti program umroh dan wisata rohani pada bulan Desember 2025.
Program ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat nilai-nilai spiritual dan toleransi antarumat beragama di Provinsi Papua Barat Daya.
Program tersebut diumumkan secara resmi oleh Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu, pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-3 Provinsi Papua Barat Daya yang digelar di Alun-alun Aimas, Kabupaten Sorong, Senin (8/12/2025) lalu.
Dari total 80 peserta, 30 orang merupakan tokoh muslim yang melaksanakan ibadah umroh di Tanah Suci, sementara 50 tokoh agama lainnya mengikuti wisata rohani ke Israel. Seluruh rombongan diberangkatkan melalui Bandara Internasional Domine Eduard Osok (DEO) Sorong menuju embarkasi sebelum melanjutkan perjalanan internasional.

Ketua Rombongan Jemaah Umroh Papua Barat Daya, Rasimin, Minggu (21/12/25) menyampaikan bahwa seluruh jemaah umroh telah kembali ke tanah air dalam keadaan sehat dan selamat.
“Alhamdulillah, pada hari Minggu, 21 Desember 2025, sekitar pukul 06.00 WIT, rombongan jamaah umroh Provinsi Papua Barat Daya telah tiba kembali di Kota Sorong dengan jumlah peserta sebanyak 30 orang. Seluruh jemaah dalam keadaan sehat dan telah menuntaskan ibadah umroh dengan baik,” ujar Rasimin.
Rasimin mengapresiasi penuh program yang diinisiasi oleh Pemprov Papua Barat Daya dan berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan di tahun-tahun mendatang.
“Kami sangat berharap program ini tetap dipertahankan dan dilanjutkan. Kalau memungkinkan, kuotanya dapat ditambah, tentunya disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah,” ucapnya.
Dirinya menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Elisa Kambu dan Wakil Gubernur Ahmad Nausrau atas kepercayaan yang diberikan kepada para tokoh muslim melalui proses seleksi yang dilakukan secara musyawarah dan transparan.
Selama berada di Tanah Suci, para jemaah umroh turut mendoakan pimpinan daerah agar senantiasa diberikan kesehatan dan kekuatan dalam memimpin Papua Barat Daya.
“Kami mendoakan Bapak Gubernur dan Bapak Wakil Gubernur agar selalu dilindungi oleh Allah SWT, diberi kesehatan dan kekuatan dalam memimpin Papua Barat Daya lima tahun ke depan,” tuturnya.
Rasimin mengungkapkan bahwa sebagian besar jemaah merupakan peserta yang baru pertama kali melaksanakan ibadah umroh. Ia menceritakan pengalaman spiritual yang sangat berkesan, mulai dari perjalanan panjang menuju Jeddah hingga menjalankan ibadah di Madinah dan Makkah.
“Perbedaan cuaca yang cukup ekstrem sempat membuat kami kaget, dengan suhu mencapai 11–12 derajat Celsius. Namun Alhamdulillah semua bisa kami lewati,” jelasnya.
Di Madinah, para jemaah melaksanakan sholat lima waktu berjamaah di Masjid Nabawi serta berdoa di makam Rasulullah Muhammad SAW. Sementara di Makkah, mereka menjalankan ibadah di Masjidil Haram dan mengunjungi berbagai tempat bersejarah Islam, seperti Jabal Rahmah dan lokasi-lokasi penting dalam sejarah Nabi Muhammad SAW.
“Ini pengalaman spiritual yang luar biasa dan sangat berkesan bagi kami semua,” imbuhnya.
Rasimin juga menyampaikan terima kasih kepada Halimah Tour and Travel yang telah memfasilitasi perjalanan umroh mulai dari Sorong hingga kembali lagi ke Papua Barat Daya.
“Kami mengucapkan terima kasih atas pelayanan yang sangat baik dan memuaskan. Semoga Halima Tour and Travel terus berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat Papua Barat Daya,” paparnya.
Program umroh dan wisata rohani ini menjadi salah satu wujud nyata perhatian Pemprov Papua Barat Daya terhadap pembinaan spiritual para tokoh agama, sekaligus mempererat kerukunan dan keharmonisan antarumat beragama di daerah tersebut. (*)
Tidak ada komentar