Sorong Today, Sorong – Satu unit rumah di Komplek Perumahan Klawuyuk, Kilometer 12, Distrik Sorong Timur, Kota Sorong, Papua Barat Daya, ludes dilalap si jago merah, Senin (5/1/2026) sekitar pukul 11.00 WIT.
Peristiwa nahas ini mengakibatkan seorang pemuda berusia 19 tahun meninggal dunia.
Korban diketahui bernama Abraham Bayoa (19), anak dari pemilik rumah Edison Bayoa. Korban ditemukan meninggal dunia di area dapur rumah yang terbakar.
Kasat Reskrim Polresta Sorong Kota AKP Afriangga U. Tan mengatakan, berdasarkan hasil interogasi sementara, api pertama kali terlihat muncul dari arah dapur, kemudian dengan cepat menjalar dan melahap seluruh bagian rumah.
“Kebakaran terjadi pada siang hari. Api awalnya terlihat dari dapur dan dengan cepat membesar,” ujar AKP Afriangga saat ditemui di Ruang Jenazah RSUD Sele Be Solu Sorong.
Melihat kejadian tersebut, warga sekitar langsung berupaya melakukan pemadaman api dengan peralatan seadanya sambil menunggu petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi.
Namun saat proses pemadaman berlangsung, warga dan petugas dikejutkan dengan penemuan jasad korban di dalam rumah.
“Saat masyarakat dan petugas melakukan pemadaman, ditemukan jasad korban di ruang dapur,” jelasnya.
Tak lama kemudian, Tim INAFIS Polresta Sorong Kota tiba di lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Dari hasil pemeriksaan awal, korban ditemukan dalam kondisi tertindih atap dapur yang ambruk akibat kebakaran.
“Posisi almarhum tertindih atap dapur dan dinyatakan meninggal dunia di tempat,” ungkapnya.
Selanjutnya, jenazah Abraham Bayoa dievakuasi oleh Tim INAFIS bersama petugas Pemadam Kebakaran Kota Sorong ke RSUD Sele Be Solu Sorong untuk penanganan lebih lanjut.
Pihak Satreskrim Polresta Sorong Kota menyatakan akan terus mendalami peristiwa kebakaran tersebut dengan memeriksa sejumlah saksi guna memastikan penyebab pasti kejadian.
Kepergian Abraham Bayoa meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan warga sekitar. Sejumlah tetangga mengenal korban sebagai sosok pemuda yang baik, ramah, dan mudah bergaul.
Salah seorang warga Komplek Perumahan Klawuyuk, Hadi Sucipto mengungkapkan bahwa korban dikenal sering membantu warga di lingkungan tempat tinggalnya.
“Abraham itu anaknya baik, sering membantu warga. Bahkan tadi malam dia masih ikut jaga Pos Keamanan Lingkungan (Poskamling), dan pagi hari baru pulang ke rumah,” tutur Hadi.
Ia mengaku sangat terkejut karena peristiwa kebakaran yang terjadi tidak lama setelah korban pulang dari Poskamling tersebut justru merenggut nyawa seorang pemuda yang dikenal baik oleh masyarakat. (*)
Tidak ada komentar