Sorong Today, Sorong – Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Papua Barat – Papua Barat Daya menyerukan pentingnya kerja sama seluruh lapisan masyarakat dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di wilayah Provinsi Papua Barat Daya.
Ketua PKC PMII Papua Barat – Papua Barat Daya, Jufran Rumadaul menegaskan bahwa terciptanya rasa aman merupakan kunci utama agar aktivitas masyarakat dapat berjalan dengan lancar. Menurutnya, tanggung jawab menjaga situasi Kamtibmas bukan hanya menjadi beban aparat keamanan, melainkan menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.
“Dalam rangka menjamin aktivitas masyarakat berjalan lancar, dibutuhkan keamanan yang terjaga. Tugas menjaga keamanan tidak hanya menjadi beban bagi aparat kepolisian, tetapi melekat secara menyeluruh bagi semua masyarakat,” ujar Ketua PKC PMII Papua Barat – Papua Barat Daya, Jufran Rumadaul .
Ia mengajak seluruh masyarakat yang mendiami wilayah Provinsi Papua Barat Daya untuk terus menjaga kekompakan, mempererat silaturahmi, serta saling menghargai satu sama lain.
Menurutnya, sikap saling menghormati dan menghindari gesekan antarwarga sangat penting demi menjaga kenyamanan dan kedamaian yang saat ini telah terbangun.
“Kami mengajak seluruh masyarakat, mari kita saling menghargai, menjaga kekompakan dan kebersamaan agar Papua Barat Daya ini tetap aman dan kondusif,” ucapnya.
Selain mengajak masyarakat menjaga stabilitas keamanan, Jufran turut menyoroti isu penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi yang belakangan ramai diperbincangkan di ruang publik.
Ia mengimbau masyarakat agar tidak terlibat dalam aktivitas penyalahgunaan BBM subsidi yang dapat merugikan masyarakat luas.
Menurutnya, praktik distribusi BBM secara ilegal tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga berpotensi memicu konflik sosial di tengah masyarakat. Oleh karena itu, ia meminta masyarakat untuk berperan aktif dalam melakukan pengawasan di lingkungan masing-masing.
Namun demikian, Jufran menekankan agar masyarakat tetap menahan diri dan tidak melakukan tindakan yang dapat menimbulkan gesekan apabila menemukan dugaan penyalahgunaan BBM di lapangan.
“Jika menemukan adanya pelaku yang masih mencoba melakukan aktivitas penyalahgunaan BBM bersubsidi, baik oleh sopir, petugas SPBU atau siapa pun, segera laporkan kepada aparat berwajib agar dapat diproses sesuai hukum yang berlaku,” tegasnya.
Dirinya meminta agar setiap dugaan praktik nonprosedural yang merugikan masyarakat disampaikan kepada aparat kepolisian maupun lembaga berwenang lainnya untuk ditindaklanjuti melalui mekanisme hukum yang berlaku.
“Kami meminta kepada masyarakat agar sama-sama mengawasi. Jika menemukan praktik nonprosedural yang merugikan masyarakat di lapangan, mohon melapor kepada pihak terkait, dalam hal ini aparat kepolisian dan lembaga berwenang lainnya, untuk ditindaklanjuti sesuai prosedur hukum,” pungkasnya.
Melalui seruan tersebut, PKC PMII Papua Barat – Papua Barat Daya berharap stabilitas keamanan di wilayah Papua Barat Daya tetap terjaga, sehingga pembangunan dan aktivitas sosial-ekonomi masyarakat dapat berjalan secara aman dan kondusif. (***)
Tidak ada komentar