Sorong Today – PT Pertamina EP melalui Papua Field Sorong resmi memulai kegiatan tajak (pemboran awal) sumur eksplorasi BITANGUR (BIT)-001 yang berlokasi di Kampung Malasmiliy, Distrik Klamono, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya, Rabu (25/6/2025).
Kegiatan ini merupakan bagian dari kampanye eksplorasi tahap kedua untuk memperkuat cadangan migas nasional dan mendukung ketahanan energi Indonesia.

Ketua Tim Drilling Wilayah Regional 4 Pertamina, Jaka Sondang mengatakan Pengeboran dijadwalkan dimulai pada 30 Juni 2025, dengan estimasi durasi 40 hari kerja. Proses pengeboran akan dilakukan dalam empat seksion hingga mencapai target hidrokarbon pada kedalaman 685–945 meter.
“Setelah pengeboran selesai, akan dilakukan pengujian kandungan hidrokarbon. Bila hasilnya menunjukkan potensi komersial, maka kami akan masuk ke tahap eksploitasi untuk pengembangan area,” jelas Jaka.

Kegiatan tajak ini mendapat apresiasi luas dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah hingga provinsi. Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan ESDM Provinsi Papua Barat Daya, Suroso, menyambut baik langkah yang diambil Pertamina dan menyatakan dukungan penuh terhadap kegiatan eksplorasi migas tersebut.
“Ikhtiar yang dilakukan Pertamina harus kita dukung bersama. Pemerintah akan terus mendorong dan mengawal proses ini agar tujuannya memberikan manfaat bagi kita semua,” ungkap Suroso.

Ia juga menekankan pentingnya penghormatan terhadap keberadaan masyarakat lokal di wilayah Sorong serta mendorong agar ada keterlibatan langsung dari masyarakat Papua dalam kegiatan ini.
“Saya berharap ada keterwakilan masyarakat Papua yang dipekerjakan. Jangan hanya mengambil sumber daya alamnya, tapi juga perhatikan orang-orang yang berada di area pengeboran. Ini bagian dari keadilan dan pemerataan manfaat,” tegasnya.
Suroso turut mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga kondusivitas dan mendukung penuh proses pengeboran agar dapat berjalan lancar dan menghasilkan capaian terbaik bagi daerah maupun negara.

Sebelumnya, Manager Exploration Planning dan Operation Regional IV Pertamina, Yulian Wahyudi, menyampaikan bahwa proses perizinan BITANGUR-001 cukup panjang akibat transisi pemerintahan, namun dukungan pemerintah daerah sangat membantu kelancaran proses tersebut. Ia optimistis lokasi yang tergolong marjinal ini tetap memiliki potensi migas yang menjanjikan.

Field Manager Papua, Ardi, juga menegaskan komitmen Pertamina terhadap aspek keselamatan dan lingkungan dengan menerapkan standar HSSE (Health, Safety, Security, and Environment) secara ketat selama kegiatan berlangsung.

Kegiatan ini juga didukung oleh pemilik hak ulayat, Marga Mamaringgofok, serta SKK Migas yang menyatakan bahwa tajak BITANGUR-001 merupakan bagian dari strategi nasional untuk mencapai target produksi minyak 605 ribu barel per hari pada tahun 2025.
“Eksplorasi seperti ini penting untuk menutup gap produksi nasional yang saat ini masih sekitar 20 ribu barel per hari. Papua Barat Daya memiliki peran strategis dalam hal ini,” tutur Othiel Wafom, Koordinator Departemen Forkom SKK Migas Pamalu.

Dengan sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan industri, eksplorasi migas di Kampung Malasmiliy diharapkan dapat membawa dampak positif bagi ketahanan energi nasional dan kesejahteraan masyarakat Papua. (Hasyim Kelirey/SorongToday.com)
Tidak ada komentar