Sorong Today, Sorong – Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah (PDNA) Kabupaten Sorong sukses menyelenggarakan rangkaian Pelatihan Kewirausahaan Perempuan yang berlangsung pada 19, 20, dan 25 November 2025.
Pelatihan ini digelar di tiga lokasi berbeda, yakni TK Alam Mentari Unimuda, MTs Muhammadiyah Salawati dan SMP Unimuda Pulau Arar, dengan dua fokus utama yakni pelatihan pembuatan abon tuna dan pelatihan ketahanan pangan melalui bercocok tanam.
Kegiatan ini terbuka untuk wali murid, dewan guru, kader posyandu serta mahasiswa Unimuda dan berhasil menarik lebih dari 100 peserta yang menunjukkan antusiasme tinggi sejak hari pertama.

Ketua PDNA Kabupaten Sorong, Tika Oktoviani menyampaikan bahwa rangkaian pelatihan yang digelar pihaknya ini menjadi wujud komitmen PDNA Kabupaten Sorong dalam mendorong kemandirian ekonomi perempuan muda.
“Program ini menjadi ruang bagi ide-ide kreatif bertemu dengan sumber daya, menghadirkan solusi nyata untuk mengatasi masalah ekonomi dan sosial,” ujar Ketua PDNA Kabupaten Sorong, Tika Oktoviani.
Lebih lanjut, dirinya menekankan pentingnya kemampuan berwirausaha di tengah tantangan ekonomi masyarakat Sorong Papua Barat Daya.
“Kami berharap kegiatan ini membekali peserta dengan keterampilan praktis memulai dan mengelola bisnis serta menumbuhkan jiwa wirausaha yang kreatif, inovatif, dan mandiri,” ucapnya.
Tika turut menilai betapa besarnya potensi sumber daya alam di wilayah Sorong, khususnya ikan tuna yang melimpah dan bernilai ekonomi tinggi.
“Kreativitas dalam mengolah hasil laut menjadi produk tahan lama dan berdaya saing merupakan kunci peningkatan ekonomi keluarga,” terangnya.

Pelatihan tersebut diisi oleh tiga instruktur berpengalaman, diantaranya Owner Dapur Bunda Sofi (UMKM kuliner) Fitri Aprilliyana, petani lokal Paryono serta Owner Birru Farm Muhammad Kartono.
Fitri membimbing peserta dalam seluruh proses produksi abon tuna, mulai dari pemilihan bahan baku segar, proses perebusan, penirisan, teknik penggorengan, hingga cara pengemasan yang higienis dan menarik.
Peserta turut diberikan formula bumbu khas yang menghasilkan abon tuna gurih bercita rasa lokal Sorong.
Sementara itu, Paryono dan Muhammad Kartono memberikan edukasi praktik bercocok tanam sebagai bagian dari ketahanan pangan. Peserta bersama-sama diajak memahami cara menanam sayuran, buah-buahan hingga memanfaatkan lahan rumah untuk produksi pangan skala rumahan.
Antusiasme peserta terlihat dari aktifnya mereka bertanya dan mencoba langsung tahapan pembuatan abon maupun bercocok tanam.
Salah satu peserta, Caryati mengungkapkan rasa syukur dan semangatnya dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan yang diinisiasasi PDNA Kabupaten Sorong.
“Selama ini kami hanya mengolah ikan sebagai lauk biasa. Sekarang kami punya keterampilan baru untuk memulai usaha dari rumah. Ini peluang besar untuk menambah penghasilan keluarga,” ungkap Salah satu peserta Caryati.

Peserta lain, Siti menilai pelatihan ini membuka wawasan baru dalam mengolah hasil laut Sorong.
“Ikan tuna kita sangat melimpah. Dari pelatihan ini, kami belajar membuat abon yang lezat dan mengemasnya dengan menarik agar bisa masuk pasar lebih luas,” kata Siti.
Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada keterampilan teknis, namun turut menanamkan nilai kemandirian, kreativitas, dan keberanian memulai usaha.
Dengan melibatkan berbagai lapisan masyarakat, PDNA Kabupaten Sorong berharap pelatihan ini menjadi pemantik terciptanya sektor UMKM baru, sekaligus memperkuat ketahanan pangan berbasis keluarga.
Program ini menjadi contoh bagaimana pemberdayaan perempuan, pengolahan hasil laut dan pemanfaatan lahan produktif dapat menciptakan dampak nyata bagi masyarakat Sorong dalam hal peningkatan ekonomi sekaligus ketahanan pangan keluarga. (*)
Tidak ada komentar