Sorong Today, Sorong – Wakil Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa Papua Barat Daya Bidang Penataan Struktur dan Pengembangan Kelembagaan (PSPK), Nebrianus Kambuaya mengungkapkan alasan dirinya maju sebagai calon Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKB Kota Sorong.
Hal tersebut disampaikan Nebrianus Kambuaya kepada awak media di sela-sela pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab) PKB se-Papua Barat Daya yang digelar di salah satu hotel di Kota Sorong, Rabu (8/4/2026).
Nebrianus Kambuaya menjelaskan bahwa, keputusan dirinya maju dilatarbelakangi oleh kebutuhan pembenahan struktur dan penguatan organisasi partai di tingkat kota. Ia menilai, PKB di Kota Sorong saat ini masih membutuhkan konsolidasi yang serius.
“PKB Kota Sorong saat ini baru memiliki satu kursi, sehingga perlu pembinaan struktur secara menyeluruh. Kita harus siapkan kader-kader militan agar ke depan bisa merebut satu fraksi,” ujar Nebrianus Kambuaya.
Ia menargetkan, PKB Kota Sorong mampu meningkatkan perolehan kursi baik di tingkat kota maupun provinsi. Bahkan menurutnya, Kota Sorong harus menjadi basis penting dalam mendukung target partai di tingkat nasional.
“Target kita, dua daerah pemilihan di Kota Sorong harus bisa menyumbang kursi provinsi. Selain itu, Kota Sorong juga harus mampu berkontribusi untuk kursi DPR RI dengan minimal perolehan suara 15 ribu,” terangnya.
Nebrianus menyebut, langkahnya maju sebagai calon Ketua DPC merupakan bentuk tanggung jawab untuk memperkuat mesin politik partai dari bawah.
“Saya yang sebelumnya di tingkat provinsi, sekarang harus turun langsung ke bawah untuk memastikan konsolidasi berjalan baik. Kita ingin membangun kekuatan politik yang nyata, bukan sekadar wacana,” ucapnya.
Lebih lanjut, dirinya memandang kondisi DPC PKB Kota Sorong yang dinilainya kurang aktif dalam satu tahun terakhir.
“Saya melihat pergerakan partai di Kota Sorong ini bisa dibilang mati suri. Tidak ada aktivitas yang signifikan. Ini harus segera dibenahi,” ungkapnya.
Selain itu, Nebrianus menekankan pentingnya keberagaman dalam struktur kepengurusan partai, khususnya keterlibatan masyarakat asli Papua.
“Kedepan, komposisi kepengurusan harus mencerminkan keberagaman. Anak-anak Papua dari berbagai suku seperti Maybrat, Raja Ampat, dan lainnya harus terlibat. Partai ini harus menjadi milik semua,” jelasnya.
Ia mengaku optimistis mampu membawa perubahan jika dipercaya memimpin DPC PKB Kota Sorong. Dukungan dari berbagai elemen masyarakat dan organisasi sosial juga disebutnya terus menguat.
“Saya sudah mulai membangun komunikasi dengan berbagai pihak. Kalau dipercaya, kita akan benahi organisasi, termasuk infrastruktur seperti kantor dan penguatan jaringan,” paparnya.
Diketahui, dalam bursa calon Ketua DPC PKB Kota Sorong terdapat sekitar empat nama, termasuk petahana. Proses selanjutnya akan dibawa ke tingkat pusat untuk dilakukan uji kelayakan sebelum penetapan Ketua DPC PKB Kota Sorong. (*)
Tidak ada komentar