Sorong Today, Sorong – PT Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku bersama unsur lintas sektoral menggelar inspeksi mendadak (sidak) terpadu di tiga Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Sorong, Minggu (25/1/2026).
Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya memastikan penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi tepat sasaran sekaligus menertibkan antrean di SPBU.
Sidak lintas sektoral tersebut melibatkan Pemerintah Kota Sorong, TNI, Polri, serta Dinas Perhubungan.
Dari hasil pemeriksaan di lapangan, petugas menemukan delapan kendaraan yang terbukti melakukan berbagai pelanggaran, mulai dari modifikasi tangki BBM, penggunaan plat nomor palsu, kendaraan tidak laik jalan, hingga indikasi penggunaan jerigen dan drum yang tidak sesuai dengan regulasi.
Sales Area Manager Papua Barat PT Pertamina Patra Niaga, Arif Rohman Khakim mengatakan bahwa sidak ini merupakan bentuk komitmen Pertamina dalam menjaga distribusi BBM subsidi agar benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak.
“Sidak lintas sektoral menjadi komitmen Pertamina dalam menjaga penyaluran BBM subsidi agar tepat sasaran. Selain itu, kegiatan ini bertujuan menertibkan antrean agar masyarakat merasa lebih nyaman saat melakukan pengisian BBM di SPBU. Alhamdulillah, sinergi dengan Pemerintah Kota Sorong, Kepolisian, TNI, dan Dinas Perhubungan berjalan sangat baik dan langsung ditindaklanjuti di lapangan,” ujar Sales Area Manager Papua Barat PT Pertamina Patra Niaga, Arif Rohman Khakim.
Ia mengingatkan masyarakat untuk tidak menyalahgunakan QR Code atau barcode BBM subsidi yang bersifat pribadi dan terintegrasi langsung dengan data kendaraan.
“Dalam sistem kami, saat barcode discan akan muncul foto kendaraan beserta nomor polisi. Jika tidak sesuai, maka SPBU wajib menolak pengisian. Selain pelanggaran oleh oknum pengguna, apabila operator SPBU terbukti melakukan pelanggaran, Pertamina Patra Niaga akan memberikan sanksi tegas sesuai kontrak yang berlaku. Sidak lintas sektoral ini akan terus kami lakukan secara berkala demi memastikan layanan BBM berjalan adil dan transparan,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Perindustrian Kota Sorong, Musa Fonataba mengapresiasi langkah tegas yang dilakukan Pertamina bersama lintas sektoral.
“Pemerintah Kota Sorong sangat mengapresiasi kegiatan ini karena mampu meminimalisir penyalahgunaan BBM subsidi. Dari hasil sidak terlihat jelas praktik kecurangan, seperti modifikasi tangki yang kapasitasnya meningkat drastis serta penggunaan plat nomor yang tidak sesuai,” ungkap Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Perindustrian Kota Sorong, Musa Fonataba.
Dari sisi teknis kendaraan, Kasi Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Sorong, Muhammad Ramadan menjelaskan bahwa pihaknya fokus pada pemeriksaan kelayakan jalan dan kelengkapan administrasi kendaraan.
“Kami menindak kendaraan yang tidak laik jalan, termasuk yang masa berlaku KIR-nya sudah habis atau kendaraan yang dimodifikasi tidak sesuai peruntukannya. Dalam sidak ini, lima unit kendaraan kami lakukan penilangan,” jelas Kasi Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Sorong, Muhammad Ramadan.
Hal senada disampaikan perwakilan Satlantas Polresta Sorong Kota, Iptu Dirlan yang menegaskan dukungan penuh kepolisian terhadap penertiban penyaluran BBM subsidi.
“Kami mendukung penuh kegiatan ini. Ditemukan beberapa kendaraan dengan plat nomor tidak sesuai, dan saat ini empat unit kendaraan roda empat telah kami amankan di Mapolresta Sorong Kota untuk proses penindakan dan pembinaan lebih lanjut,” tandasnya. (*)
Tidak ada komentar