Sorong Today, Sorong – Pelatih Atletik Kabupaten Sorong, Yutha Kalaibin menyampaikan capaian dan target besar atlet-atlet binaannya usai pelaksanaan Rapat Kerja Program Tahun 2026 Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Kabupaten Sorong yang digelar betempat di Bendungan SP 1, Kabupaten Sorong, Sabtu (7/2/2026).
Yutha mengungkapkan bahwa sepanjang tahun 2025, atletik Kabupaten Sorong berhasil mencatat prestasi membanggakan, baik di tingkat regional maupun nasional.
Ia menyebut, menjelang akhir tahun terdapat kejutan luar biasa dari para atlet yang tampil konsisten di berbagai kejuaraan.
“Salah satu pencapaian terbesar kami adalah saat mengikuti Papua Barat Open, di mana atlet-atlet Kabupaten Sorong berhasil meraih dua medali emas, tiga perak, dan tiga perunggu,” ujar Pelatih Atletik Kabupaten Sorong, Yutha Kalaibin.
Dua medali emas tersebut diraih pada nomor 5.000 meter dan 10.000 meter. Sementara medali perak diraih pada nomor 1.500 meter, 800 meter, dan 400 meter. Adapun medali perunggu disumbangkan dari nomor 200 meter dan 5.000 meter.
Menurut Yutha, capaian tersebut menjadi bukti bahwa atlet-atlet Kabupaten Sorong mampu bersaing di level yang lebih luas dan menunjukkan perkembangan signifikan sepanjang tahun 2025.
Selain Papua Barat Open, atlet-atlet Kabupaten Sorong juga ambil bagian dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas) di Solo, mewakili Provinsi Papua Barat Daya. Meski belum berhasil meraih podium juara pertama maupun kedua, Yutha menegaskan bahwa para atlet mampu mencatatkan peringkat yang sangat baik.
“Mereka memang belum juara satu atau dua, tetapi ranking yang mereka capai itu sudah merupakan yang terbaik dan membanggakan untuk Kabupaten Sorong,” jelasnya.
Memasuki tahun 2026, Yutha menargetkan atlet-atlet binaannya dapat mencapai limit PON (Pekan Olahraga Nasional) dan lolos hingga ke ajang tersebut.
“Harapan saya di tahun 2026, anak-anak atlet ini bisa mencapai limit PON dan bisa tampil di PON. Itu target utama kami,” tegasnya.
Dirinya berharap terdapatnya perhatian dan dukungan dari dinas-dinas terkait di lingkungan pemerintah daerah semakin meningkat, mengingat meski jumlah atlet tidak banyak, Kabupaten Sorong mampu berbicara di tingkat nasional.
“Kami ini tidak banyak, namun kami bisa bicara di kancah nasional,” imbuhnya.
Terkait pola latihan, ia menjelaskan bahwa saat ini atlet-atlet menjalani latihan empat kali dalam seminggu, dengan dua hari istirahat. Fokus latihan diarahkan khusus untuk persiapan menghadapi Kejurnas.
“Sekarang kami fokus ke Kejurnas. Program latihan yang kami buat adalah persiapan khusus untuk Kejurnas,” terangnya.
Namun demikian, Yutha mengakui bahwa hingga saat ini dirinya masih menjadi satu-satunya pelatih atletik Kabupaten Sorong. Ia berharap ke depan akan ada pelatih, juri, maupun wasit yang bergabung setelah mengikuti pelatihan resmi dari PASI.
“Saya berharap ada teman-teman pengurus yang mengikuti pelatihan pelatih, juri, atau wasit, dan bisa bergabung bersama kami untuk melatih atlet-atlet ini,” harapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Yutha turut menyampaikan harapannya kepada pemerintah daerah terkait penyediaan fasilitas latihan yang memadai. Ia menegaskan bahwa atletik merupakan olahraga terukur yang membutuhkan lintasan standar, khususnya lintasan 400 meter.
“Harapan saya, pemerintah daerah bisa menyediakan satu fasilitas yang benar-benar bisa menampung kami. Atletik ini olahraga terukur, membutuhkan lintasan yang sesuai standar,” tuturnya.
Meski demikian, ia tetap mengapresiasi upaya pemerintah daerah yang telah menyediakan fasilitas latihan, meskipun masih terbatas.
“Kami bersyukur pemerintah daerah sudah menyiapkan fasilitas, walaupun masih kurang, tetapi itu sudah sangat membantu kami dalam berlatih,” tandasnya. (*)
Tidak ada komentar