Sorong Today – bp Indonesia menegaskan komitmennya menjalankan operasi yang aman, transparan, dan memberikan dampak positif bagi masyarakat Kabupaten Fakfak, Papua Barat, menyusul perhatian publik terkait aktivitas kapal seismik di wilayah Arguni.
Perusahaan menyatakan seluruh kegiatan seismik merupakan bagian dari program eksplorasi hulu migas yang dilaksanakan sesuai peraturan dan tata kelola yang disetujui Pemerintah Republik Indonesia, serta mengikuti standar ketat keselamatan, keamanan, dan perlindungan lingkungan.
Sebagai perusahaan yang telah beroperasi di Indonesia selama 60 tahun dan lebih dari dua dekade di Papua Barat, bp Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus menjalin komunikasi terbuka dengan pemerintah daerah, masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya.
Sebelum kegiatan seismik dimulai, bp telah menggelar sosialisasi dan upacara adat di sejumlah distrik di Fakfak dan Sorong Selatan bersama pemerintah daerah.
Di antaranya doa bersama di Arguni pada Oktober 2025 serta rapat sosialisasi pada 23 Desember 2025 di Kokas yang dihadiri Bupati Fakfak, OPD, dan perwakilan tujuh suku asli Fakfak.
Selain itu, melalui program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) sejak 2006, bp Indonesia menjalankan berbagai program sosial di Fakfak, seperti pemberian beasiswa kepada lebih dari 1.400 pelajar Papua, pengembangan Rumah Pintar, fasilitas laboratorium IPA dan STEM di SMU Negeri 1 Kokas, pelatihan energi terbarukan melalui Polinef, pendampingan koperasi dan pengusaha lokal, hingga program kesehatan ibu dan anak, malaria, TB, sanitasi, dan HIV/AIDS.
Khusus di Arguni, dukungan difokuskan pada sektor pendidikan dan ekonomi. Sejak 2010–2025, sekitar 850 ton produk perikanan senilai Rp37 miliar dari Koperasi Enenem Jaya telah diserap untuk kebutuhan katering Tangguh LNG, termasuk 95 ton pada 2025.
Perusahaan juga memfasilitasi pembangunan gedung koperasi, penyediaan peralatan nelayan, long boat, mesin pemurni air, serta dukungan usaha produk turunan perikanan dan pelatihan UMKM.
Program lainnya meliputi pendampingan guru dan beasiswa, English Bootcamp, pembangunan pembangkit listrik alternatif berkapasitas 150 kWh per hari di Pulau Arguni senilai Rp2 miliar, serta perbaikan jetty masyarakat yang kembali dianggarkan pada 2026 sebesar Rp573 juta.
BP Indonesia menegaskan seluruh kegiatan di Kabupaten Teluk Bintuni dan Fakfak merupakan bagian dari upaya mendukung kedaulatan energi nasional, dengan tetap mengedepankan prinsip keselamatan, transparansi, dan dialog terbuka bersama seluruh pemangku kepentingan.(*)
Tidak ada komentar