Oplus_131072 Sorong Today – Kepesertaan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) terus menunjukkan perkembangan positif. Hingga awal 2025, cakupan peserta telah melampaui 98% penduduk Indonesia.
Meski demikian, standar Universal Health Coverage (UHC) menurut World Health Organization (WHO) tidak hanya menilai jumlah peserta, tetapi juga akses dan kualitas layanan kesehatan.

Hal ini disampaikan Kepala BPJS Kesehatan Cabang Sorong, Pupung Purnama, Kamis (11/12).
“Cakupan 98% adalah pencapaian besar, tetapi itu baru satu aspek UHC. Yang penting adalah memastikan masyarakat benar-benar mendapatkan layanan kesehatan yang berkualitas dan mudah diakses tanpa hambatan biaya,” ujarnya.
Pupung menjelaskan, di Provinsi Papua Barat Daya, cakupan UHC baik di tingkat kota maupun kabupaten telah melebihi 98%, serta tingkat keaktifan peserta mencapai lebih dari 90%, melampaui target nasional. BPJS Kesehatan terus melakukan transformasi layanan melalui digitalisasi, penyederhanaan administrasi, peningkatan mutu fasilitas kesehatan, serta penguatan sistem rujukan.


Manfaat program JKN juga dirasakan langsung oleh peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI), Hisar Samuel Mirino. Ia menjalani pemeriksaan hingga rawat inap sejak 2023 tanpa dikenakan biaya.
“Dari awal berobat di puskesmas hingga dirawat inap di rumah sakit, semua ditanggung BPJS Kesehatan. Pelayanannya juga sangat baik,” tuturnya.
BPJS Kesehatan menegaskan komitmennya untuk memastikan UHC tidak hanya tercapai dari sisi kepesertaan, tetapi juga melalui pengalaman nyata masyarakat dalam mengakses layanan kesehatan yang layak dan bermutu.(*)

Tidak ada komentar